Surabaya, MercuryFM – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim penting untuk menjaga ketahanan pangan Jawa Timur pada 2026. Capaian produksi beras yang pada 2025 tercatat surplus, harus terus dijaga di tahun 2026 ini.
Penegasan ini dikatakan anggota Komisi B DPRD Jatim. Deni Prasetya usai menggelar hearing dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) mitra Komisi B, termasuk dengan OPD terkait pangan, diruang rapat Komisi B, Senin (26/01/26).
“Jawa Timur di tahun 2026 ini dengan harapan paling tidak mempertahankan hasil dari produksi yang di tahun 2025 kemarin kembali tercapai,” ujar Deni Prasetyo.
Deni menilai, tantangan utama sektor pertanian ke depan adalah pertumbuhan jumlah penduduk yang tidak sebanding dengan ketersediaan lahan pertanian. Dirinya menyebut penyusutan lahan baku pertanian sudah terjadi dalam beberapa tahun terakhir.
“Di tahun 2026 paling tidak dengan bertambahnya jumlah penduduk, maka secara otomatis luasan lahan itu pun juga berkurang. Ini juga harus diantisipasi dalam menjaga hasil pertanian,” ucapnya.
Untuk itu, Deni menekankan pentingnya modernisasi alat dan teknologi pertanian, seperti pemanfaatan alsintan, digitalisasi, dan penggunaan drone, untuk meningkatkan produktivitas.
“Intinya memodernisasi terkait dengan mengolah tanah, lahan, setelah itu perawatan harus dilakukan. Pemanfaatan drone disektor pertanian juga perlu dilakukan. Misal untuk pemupukan. Setelah itu pengunanaan alsintan modern untuk proses panen,” katanya.
Deni juga menekankan pentingnya regenerasi petani, mengingat sebagian besar petani saat ini berusia di atas 45 tahun. Dirinya mendorong pemerintah provinsi untuk menarik minat generasi muda agar terjun ke sektor pertanian.
“Kita tahu bahwasannya terkait potensi petani ini khan masih minim anak-anak muda yang terjun. Petani kita masih didominasi usia 45 keatas. Ini harus ada upaya bagaimana menarik minat anak muda untuk bertani,” jelasnya.
Dalam kesempatan ini, politisi Partai Nasdem ini juga mengapresiasi langkah pemerintah pusat melalui Kementerian Pertanian (Kementan), yang memperkuat sektor pertanian melalui pembangunan infrastruktur, penyediaan benih unggul, dan modernisasi alat produksi.
“Terobosan-terobosan baru yang digencarkan hari ini terutama dari pemerintah pusat, Pak Mentan, yang sudah melakukan terobosan-terobosan seperti jalur infrastruktur mengarah kepada pertanian, harus di apresiasi. Untuk menjaga hasil panen petani untuk ketahanan pangan,,” pungkasnya.
Seperti diketahui produksi padi di Jawa Timur (Jatim) tahun 2025 mengalami surplus besar, sehingga memperkuat posisi Jatim sebagai lumbung pangan nasional. Data yang ada hingga alhir 2025, produksi gabah mencapai 8,82-11,31 juta ton Gabah Kering Panen/Gabah Kering Giling (GKP/GKG), dengan surplus beras di atas 1,6 juta ton, melebihi kebutuhan konsumsi.
Sentra Sentra Produksi Utama surplus beras Jatim ada dl Banyuwangi, produksi padi hingga akhir 2025 mencapai 806.164 ton GKP, dengan surplus beras mencapai 307.244 ton. Kemudian Kabupaten Malang produksi padi tercatat surplus 80.000 ton padi dengan total produksi mencapai 480.000 ton per tahun. Dan disusul Tulungagung, Surplus beras 2025 mencapai 94.638,08 ton. (ari)

