Cegah mahasiswa drop out, Pemkot Surabaya akhirnya jamin UKT warga miskin

Surabaya, MercuryFM – Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi memastikan mahasiswa dari keluarga kurang mampu, baik di perguruan tinggi negeri maupun swasta, tidak lagi terkendala biaya kuliah melalui bantuan Uang Kuliah Tunggal atau UKT serta program Beasiswa Pemuda Tangguh.

Kebijakan ini diambil setelah Eri menerima laporan banyak mahasiswa terancam drop out karena kesulitan biaya, terutama di perguruan tinggi swasta.

Pemkot Surabaya pun memastikan bantuan UKT tidak hanya diberikan kepada mahasiswa baru, tetapi juga mahasiswa aktif dari keluarga Desil satu hingga lima, sebagai bagian dari program satu keluarga miskin satu sarjana.

Di sisi lain, Pemkot Surabaya juga memperketat verifikasi penerima Beasiswa Pemuda Tangguh. Nilai bantuan UKT diseragamkan menjadi Rp2,5 juta per semester, setelah ditemukan adanya mahasiswa dari keluarga mampu, termasuk jalur mandiri, yang sebelumnya menerima bantuan hingga puluhan juta rupiah.

Wali Kota Eri Cahyadi menegaskan, kebijakan ini diambil demi keadilan dan agar anggaran pendidikan benar-benar dinikmati warga tidak mampu. Meski begitu, Eri memastikan mahasiswa prasejahtera tetap mendapat jaminan penuh jika UKT mereka melebihi batas bantuan akibat kesalahan data.

Pemkot Surabaya juga meminta Badan Pemeriksa Keuangan melakukan pemeriksaan penyaluran beasiswa tahun-tahun sebelumnya dan akan melibatkan RT, RW, serta Karang Taruna dalam verifikasi data ke depan.

Tahun 2026, Pemkot Surabaya mengalokasikan anggaran Rp190 miliar untuk 23.850 mahasiswa. Program ini diharapkan mampu memutus rantai kemiskinan dan memastikan tidak ada lagi mahasiswa Surabaya yang putus kuliah karena biaya. (lam)

Next Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Advertisement

Visual Radio

Add New Playlist