Inflasi Surabaya Oktober 2025 naik: Emas, beras, dan ayam jadi pendorong utama

 

Surabaya, MercuryFM – Tekanan harga di Kota Surabaya kembali meningkat pada Oktober 2025. Badan Pusat Statistik mencatat inflasi tahunan (year-on-year) sebesar 2,56 persen, dengan kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau menjadi penyumbang terbesar melalui andil 0,96 persen.

Dalam infografis yang dirilis BPS, tren inflasi kelompok pangan menunjukkan pergerakan fluktuatif sepanjang satu tahun terakhir. Inflasi sempat melandai hingga sekitar 1 persen pada Mei 2025, namun kembali menanjak sejak Juli dan mencapai puncaknya pada Oktober dengan angka 4,47 persen.

Selain kelompok pengeluaran, sejumlah komoditas juga menjadi motor utama kenaikan harga. Emas perhiasan menjadi penyumbang inflasi paling dominan sepanjang setahun terakhir. Inflasinya melonjak hingga 61,88 persen, memberi andil 0,80 persen terhadap inflasi Surabaya. Kenaikan tajam ini dipengaruhi situasi pasar global, termasuk efek dedolarisasi yang mendorong harga emas dunia naik signifikan.

Komoditas kebutuhan pokok lainnya juga mencatat andil besar. Beras menyumbang 0,23 persen, daging ayam ras 0,16 persen, mobil 0,12 persen, serta telur ayam ras 0,10 persen. Dalam tiga bulan terakhir, posisi emas perhiasan konsisten menduduki peringkat teratas penyumbang inflasi: 0,49 persen pada Agustus, 0,62 persen pada September, dan 0,80 persen pada Oktober.

Sementara itu, komoditas yang mendorong inflasi bulanan (month-to-month) Oktober 2025 didominasi oleh:
– Emas perhiasan: +0,25%
– Telur ayam ras: +0,06%
– Cabai merah: +0,03%
– Bawang merah: +0,01%

Kepala BPS Surabaya, Dr. Arrief Chandra Setiawan, S.ST., M.Si., mengatakan, grafik tren harga menunjukkan volatilitas besar pada sejumlah bahan pangan.

“Harga cabai merah sempat mencatat lonjakan ekstrem hingga 73,32 persen pada Januari 2025, sebelum kembali naik ke 34,36 persen pada Oktober akibat penurunan pasokan menjelang musim hujan. Bawang merah juga mengalami pola serupa, dengan puncak inflasi lebih dari 30 persen pada awal tahun,” jelasnya.

Untuk telur ayam ras, kenaikan harga Oktober 2025 dipengaruhi meningkatnya permintaan masyarakat, program Makan Bergizi Gratis (MBG), dan naiknya biaya pakan.

Dengan inflasi Surabaya yang kembali menguat dan berada di atas sejumlah daerah lain di Jawa Timur, BPS menilai tekanan harga pangan dan komoditas global menjadi tantangan utama pengendalian inflasi pada akhir tahun.(lam)

Next Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Advertisement

Visual Radio

Add New Playlist