Jakarta, MercuryFM – Ketua DPRRI Puan Maharani mengingatkan seluruh prajurit TNI untuk terus mengabdi kepada negara dan tidak melupakan rakyat sebagai akar sejarah TNI. Hal ini dikatakan Puan saayt menghadiri upacara parade HUT ke-81 TNI yang digelar di Lapangan Prima Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Senin (05/10/26).
Puan tiba di lokasi acara menggunakan mobil Maung berwarna putih. Kedatangannya disambut langsung oleh Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, didampingi KSAD Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, KSAL Laksamana TNI Muhammad Ali, dan KSAU Marsekal TNI M. Tonny Harjono.
Upacara yang dipimpin langsung oleh Presiden Prabowo Subianto selaku inspektur upacara ini turut dihadiri Ketua MPR Ahmad Muzani, Ketua DPD Sultan Najamudin, Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto, jajaran menteri kabinet, hingga Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Sementara posisi Komandan Upacara diisi oleh Pangkogabwilhan III, Letjen TNI Lucky Avianto.
Dalam keterangannya, Puan mengatakan tema peringatan tahun ini, yakni “TNI Kuat Bersama Rakyat, Indonesia Berdaulat Adil dan Makmur’, merupakan penegasan kembali filosofi mendasar yang harus dipegang teguh oleh setiap prajurit.
”Sebagai prajurit yang lahir dari rahim rakyat, TNI tidak boleh lupa akan akarnya, yaitu rakyat. Karena itu, kekuatan TNI harus selalu berpihak kepada rakyat, bangsa, dan negara,” kara Puan.
Tak lupa perempuan pertama yang menjabat sebagai Ketua DPR RI ini, juga memberi ucapan selamat ulang tahun kepada seluruh prajurit, purnawirawan, serta keluarga besar TNI.
”Selamat Hari Ulang Tahun ke-81 Tentara Nasional Indonesia dan seluruh keluarga besar TNI. Peringatan ini menjadi kesempatan untuk menghargai pengabdian mereka sekaligus memperkuat dukungan negara terhadap kesiapan pertahanan Indonesia,” ucap Puan.
Pada momen upacara tersebut, Presiden Prabowo Subianto juga melantik dan mengukuhkan sejumlah satuan baru di tubuh TNI.
Di matra TNI AD, terdapat pengukuhan 6 Komando Daerah Militer (Kodam) baru, Brigif TP, 150 Batalyon Infanteri (Yonif) Teritorial Pembangunan (TP), dan 3 Batalyon Bantuan Tempur (Banpur). Di matra TNI AL dibentuk 1 Brigif Marinir dan 4 Yon Marinir, sedangkan TNI AU menambah 1 Divisi II Korpasgat, 1 Brigade Korpasgat, 3 Yon Korpasgat, 1 Skadron Pendidikan, 2 Skadron Udara, dan 2 Satuan Radar.
Merespons pemekaran struktur tersebut, Puan berharap agar kehadiran berbagai satuan baru mampu memperkokoh kedaulatan negara.
”Dengan berbagai satuan baru ini, kita berharap TNI dapat semakin kuat dalam menjaga rakyat serta kedaulatan NKRI,” jelas Puan.
Selain itu, mantan Menko PMK ini juga memberikan apresiasi atas peran aktif TNI dalam penanggulangan bencana dan penanganan keadaan darurat. Ia menegaskan pentingnya negara memberikan perhatian sepadan terhadap kesejahteraan dan fasilitas prajurit beserta keluarganya.
”Kepastian kesejahteraan, pelayanan kesehatan, dan dukungan bagi keluarga merupakan bagian dari tanggung jawab negara. Pendidikan, latihan, pemeliharaan, dan kesejahteraan prajurit harus memperoleh perhatian bersama agar investasi pertahanan menghasilkan kemampuan yang dapat diandalkan,” paparnya.
Puan juga mengimbau agar kepercayaan publik terus dijaga melalui pengabdian yang taat hukum dan berorientasi pada keselamatan warga.
”Teruslah menjadi kekuatan pertahanan yang menjadi kebanggaan seluruh rakyat Indonesia. Dirgahayu Tentara Nasional Indonesia!” tegasnya.
Dalam kesempatan in, Puan juga menyoroti pentingnya kesinambungan pembangunan sistem pertahanan nasional agar Indonesia memiliki kemampuan mandiri dalam menghadapi berbagai dinamika geopolitik global. Ia menekankan perlunya keterhubungan antara modernisasi alutsista dengan kesiapan prajurit.
”Situasi geopolitik global yang dinamis menuntut TNI untuk terus menjadi prajurit yang profesional serta adaptif terhadap perkembangan teknologi,” pungkasnya. (ari)

