Surabaya, MercuryFM — Lonjakan kasus Influenza Tipe-A yang mulai banyak menyerang anak-anak dan lansia di Kota Surabaya memicu kekhawatiran warga. Gejala khas berupa demam tinggi berhari-hari, batuk parah, hingga hilangnya fungsi indra penciuman dinilai mengancam keselamatan kelompok rentan dengan daya tahan tubuh lemah.
Dengan kondisi tersebut, Ketua DPAC PKB Kecamatan Rungkut, Nasfa Uuth Akhmadie, mendesak Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya untuk segera turun tangan mendistribusikan bantuan kesehatan darurat langsung ke lingkungan permukiman.
Uuth sapaan akrabnya menilai, tanpa intervensi medis yang cepat dan memadai di tingkat RT/RW, ancaman flu ini berisiko meluas menjadi wabah di berbagai wilayah Surabaya.
”Setiap hari kami mendengar keluhan para ibu yang anaknya demam tinggi berhari-hari, atau lansia yang tiba-tiba kehilangan fungsi indra penciuman. Ini bukan sekadar flu biasa bagi tubuh yang rentan,” ujarnya, Sabtu (03/10/26)
Sebagai langkah konkret, Uuth mengusulkan tiga poin penanganan cepat yang perlu dilakukan Pemkot Surabaya melalui Dinas Kesehatan (Dinkes).
Pertama dirinya meminta tenaga kesehatan (Nakes) di Pukesmas rutin turun mengunjungi lingkungan warga guna melakukan deteksi dini. Kedua melakukan edukasi pencegahan dan pertolongan pertama penanganan flu di tingkat RW/RT.
“Ketiga membagikan masker dan suplemen vitamin secara cuma-cuma sebagai perisai pertama warga rentan,” jelasnya
Menurut Uuth , aksi nyata dari pemerintah daerah sangat dinantikan warga untuk meredam kecemasan di masyarakat.
”Kehadiran Pemerintah Kota melalui pembagian vitamin gratis dan kunjungan tenaga medis akan sangat menenangkan, sekaligus melindungi nyawa warga kita,” tegasnya. (ari)

