Jakarta, MercuryFM — Ketua DPR RI Puan Maharani kembali dipercaya membacakan naskah Ikrar Hari Kesaktian Pancasila dalam Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila 2026 di Monumen Pancasila Sakti, Lubang Buaya, Jakarta Timur, Kamis (01/10/26).
Upacara Hari Kessktian Pancasila ini dipimpin langsung oleh Presiden RI Prabowo Subianto yang bertindak sebagai inspektur upacara dan Perwira upacara Kaskogartap I/Jakarta, Brigjen TNI Fitriana Nur Heru Wibawa, serta Komandan upacara Kolonel Mar Edo Sidharta Halilintar. Momen ini sekaligus mencatatkan rekor tersendiri bagi Puan, yang telah enam kali berturut-turut dipercaya membacakan naskah ikrar tersebut.
Dalam upacara yang mengusung tema ‘Pancasila Pemersatu Bangsa menuju Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmurtersebut, Puan berdiri berdampingan dengan Ketua MPR RI Ahmad Muzani yang membacakan naskah Pembukaan UUD 1945, serta Ketua DPD RI Sultan B. Najamudin yang membacakan Teks Pancasila.
Sambil melangkah tegak ke atas mimbar, Puan membacakan ikrar yang menegaskan kembali tekad bangsa dalam menjaga keutuhan ideologi negara dari segala ancaman.
”Maka di hadapan Tuhan Yang Maha Esa, dalam memperingati Hari Kesaktian Pancasila, kami membulatkan tekad untuk tetap mempertahankan dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila sebagai sumber kekuatan, menegakkan kebenaran dan keadilan demi keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” tegas Puan saat membacakan petikan ikrar, yang dilanjutkan dengan penandatanganan naskah resmi tertanggal 1 Oktober 2026.
Usai jalannya upacara utama, Puan mendampingi Presiden Prabowo meresmikan dan meninjau tampilan baru Museum Kesaktian Pancasila di kawasan Lubang Buaya.
Museum bersejarah yang berdiri sejak 1992 tersebut baru saja selesai menjalani revitalisasi total, termasuk pergantian nama dan pembaruan konsep pameran.
Wajah baru museum kini mengusung perpaduan teknologi multimedia interaktif dan pemaparan narasi visual berseling, dirancang untuk memberikan pengalaman edukasi sejarah yang lebih modern dan mendalam bagi pengunjung.
Masyarakat umum serta wisatawan dapat mulai menikmati fasilitas anyar museum ini mulai Jumat, 2 Oktober 2026.
Memaknai peringatan tahun 2026 ini, Puan menegaskan bahwa nilai-nilai Pancasila tidak boleh sekadar menjadi jargon, melainkan harus diterjemahkan ke dalam tindakan nyata dan prioritas kebijakan pemerintah.
“Nilai Pancasila perlu menjadi dasar penentuan prioritas kebijakan, pelayanan kepada warga, serta penyelesaian persoalan yang memengaruhi kehidupan rakyat,” ujar perempuan pertama yang menjabat sebagai Ketua DPR RI tersebut.
Cucu Proklamator Bung Karno ini juga menambahkan bahwa menjaga Pancasila adalah tanggung jawab kolektif demi memastikan setiap warga negara merasakan keadilan dan kesejahteraan.
“Setiap warga perlu memperoleh jaminan untuk dapat berdaulat, memperoleh perlakuan yang adil, dan kemakmuran di tanah tumpah darahnya. Melalui ikrar ini, kita teguhkan tanggung jawab untuk menjaga Indonesia sebagai rumah bersama,” tutup Puan. (ari)

