Siswi Berprestasi Juara Paskibraka Surabaya Tak Mampu Beli Seragam, Jual Kue demi Sekolah

Surabaya, MercuryFM – Kisah haru datang dari seorang siswi berprestasi di Surabaya. Putri, siswi kelas 10 SMKN 6 Surabaya yang berhasil meraih prestasi sebagai juara Paskibraka, ternyata sempat kesulitan membeli seragam sekolah karena keterbatasan ekonomi keluarganya.

Temuan tersebut diungkap Anggota Komisi D DPRD Surabaya dari Fraksi NasDem, Imam Syafi’i, setelah mengetahui kondisi Putri yang tinggal bersama keluarganya di kawasan Wonocolo.

Di balik prestasinya, Putri harus membantu perekonomian keluarga dengan berjualan kue untuk memenuhi kebutuhan sekolah, termasuk membeli Lembar Kerja Siswa (LKS).

“Putri ini juara Paskibraka. Tapi untuk membeli seragam sekolah saja kesulitan. Dia sampai berjualan kue agar bisa membantu memenuhi kebutuhan sekolahnya,” kata Imam Syafi’i, Senin (21/9/2026).

Putri merupakan anak sulung dari tiga bersaudara. Ayahnya bekerja sebagai cleaning service meski sudah dua kali mengalami serangan jantung. Penghasilannya disebut tidak mencapai setengah Upah Minimum Kota (UMK) Surabaya. Sementara sang ibu berjualan kue kucur untuk menambah pendapatan keluarga.
Keluarga yang masuk kategori Desil 3 itu tinggal di rumah milik kakeknya di sebuah gang sempit di belakang kawasan UIN Sunan Ampel (UINSA) Surabaya.

Kisah Putri menjadi sorotan karena terjadi di tengah berbagai program bantuan pendidikan yang telah digulirkan pemerintah. Pada tahun ajaran 2026/2027, Pemkot Surabaya menyalurkan bantuan pendidikan bagi ribuan siswa SMA, SMK dan MA dari keluarga rentan, termasuk bantuan seragam dan perlengkapan sekolah.

Namun fakta di lapangan menunjukkan masih ada siswa berprestasi yang belum sepenuhnya terjangkau kebutuhan dasarnya.

Imam mengaku awalnya mendapatkan bantuan dari kakak kelas Putri yang menyumbangkan seragam bekas layak pakai. Akan tetapi sebagian seragam tidak bisa digunakan karena perbedaan model dengan aturan sekolah saat ini.

Melihat kondisi tersebut, Imam kemudian membelikan sejumlah seragam yang masih kurang di koperasi sekolah, mulai dari seragam olahraga, seragam batik hingga seragam kotak-kotak lengkap dengan bawahannya.

“Saya sangat berterima kasih kepada kakak kelasnya yang peduli dan menyumbangkan seragam sekolah bekas yang masih layak. Alhamdulillah. Kekurangannya kemudian kami bantu lengkapi,” ujarnya.

Menurut Imam, kisah Putri menjadi pengingat bahwa masih ada anak-anak berprestasi yang berjuang keras hanya untuk memenuhi kebutuhan dasar pendidikan.

“Jangan sampai prestasi anak-anak Surabaya kalah oleh kemiskinan. Mereka harus mendapat kesempatan yang sama untuk berkembang dan meraih cita-cita,” tegasnya.

Kisah Putri pun memantik simpati banyak pihak. Di tengah semangatnya mengharumkan nama sekolah lewat prestasi Paskibraka, ia masih harus memikirkan cara mendapatkan seragam dan kebutuhan sekolah lainnya. Sebuah potret nyata bahwa perjuangan menuju pendidikan yang setara masih menyisakan pekerjaan rumah yang tidak sedikit. (lam)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Advertisement

Visual Radio

Add New Playlist