Jombang, MercuryFM – K.H Miftachul Akhyar akhirnya disepakati oleh Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA) Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU), untuk kembali menjadi Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Keputusan tersebut dihasilkan melalui musyawarah tertutup, Senin (31/08/26) dini hari.
“Pemilihan ini sama dengan yang Muktamar di Lampung dulu. Bahwa rapat Ahlul Halli wal Aqdi dipimpin oleh Kiai Haji Ma’ruf Amin sebagai Rais Aam atau mantan Rais Aam. Maka kali ini tadi juga dipimpin oleh Kiai Miftachul Akhyar sebagai mantan atau Rais Aam yang dahulu,” ujar KH Anwar Iskandar yang membacakan hasil Musyawarah AHWA, dalam Sidang Pleno V Muktamar ke-35 NU.
Menurut KH. Anwar Iskandar, anggota AHWA menggunakan mekanisme musyawarah mufakat dalam menentukan Rais Aam PBNU.
“Oleh karena itu apa yang diputuskan di dalam Ahlul Halli wal Aqdi tadi di dalam menentukan Rais Aam adalah berdasar musyawarah mufakat,” katanya.
Dalam berita acara musyawarah AHWA, sembilan anggota AHWA kemudian menyepakati KH Miftachul Akhyar sebagai Rais Aam PBNU.
“Setelah melakukan musyawarah tertutup, anggota Ahlul Halli wal Aqdi secara mufakat memutuskan bahwa nama Kiai Haji Miftachul Akhyar dipilih menjadi Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama,” demikian isi berita acara yang dibacakan KH Anwar Iskandar.
Adapun sembilan anggota AHWA Muktamar ke-35 NU yang mengikuti musyawarah tersebut terdiri atas:
1. KH Nurul Huda Djazuli
2. TGK KH Nuruzzahri Yahya
3. AG Dr KH Baharuddin HS, MA
4. KH Miftachul Akhyar
5. KH Afifuddin Muhajir
6. KH Anwar Iskandar
7. KH Anwar Manshur
8. Dr KH Abun Bunyamin, MA
9. Prof Dr KH Said Aqil Siroj
Selain menetapkan Rais Aam PBNU, anggota AHWA juga menyampaikan amanat kepada KH Miftachul Akhyar untuk mengajak berbagai potensi di lingkungan NU bersama-sama merawat dan mengurus organisasi.
KH Anwar Iskandar mengatakan pesan tersebut disampaikan AHWA agar berbagai pihak yang sebelumnya memiliki perbedaan pandangan dalam dinamika organisasi dapat kembali bersama-sama membangun NU.
“Ada catatan yang merupakan pesan daripada para Ahlul Halli wal Aqdi semuanya, bahwa kepada Rais Aam terpilih diamanatkan untuk mengajak potensi-potensi yang ada di dalam Nahdlatul Ulama dalam bentuk apa pun untuk ke depan bersama-sama merawat dan mengurus Nahdlatul Ulama secara bersama-sama,” jelasnya..
Ia mengatakan amanat tersebut juga mencakup ajakan kepada seluruh potensi NU untuk kembali bersatu, terlepas dari latar belakang dan dinamika yang terjadi sebelumnya dalam organisasi.
“Apapun background sebelumnya dalam dinamika organisasi ini, nanti semuanya akan kita mengajak. Itu pesan daripada Ahlul Halli wal Aqdi kepada Rais Aam terpilih,” pungkasnya. (ari)

