Pontianak, MercuryFM – Dipimpn langsung Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, Misi Dagang dan Investasi antara Provinsi Jawa Timur dan Kalimantan Barat yang berlangsung di Novotel Convention Center Pontianak, Selasa (11/08/26), berlangsung sukses.
Capaian gelaran Misi Dagang dan Investasi yang berlangsung ini, berhasil menembus angka transaksi fantastis sebesar Rp 2,529 triliun. Capain ini mengalami peningkatan bila dibandingkan misi dagang dan investasi yang di gelar dua Provinsi ini pada tahun 2022 lalu, yang hanya mencatat transaksi Rp 109,31 miliar.
Dari total nilai transaksi Rp 2,529 triliun tersebut, Jawa Timur mencatatkan nilai penjualan (Jatim Jual) sebesar Rp 1,48 triliun, pembelian (Jatim Beli) sebesar Rp 163,8 miliar, serta komitmen investasi (Jatim Investasi) senilai Rp 885 miliar di tanah Kalimantan Barat.
”Alhamdulillah, Misi Dagang dan Investasi Jatim-Kalbar sukses besar. Dari total Rp 2,5 triliun, sebanyak Rp 885 miliar merupakan capaian komitmen investasi. Ini menjadi momentum penting untuk memperluas komoditas dan memperkuat rantai pasok antardaerah,” ujar Gubernur Khofifah.
Khofifah menjelaskan Misi dagang kali ini tak sekadar transaksi komoditas harian. Komitmen investasi bernilai ratusan miliar dari investor Jawa Timur dialokasikan untuk perluasan industri strategis di Kalbar.
Seperti sektor perkebunan dengan perluasan perkebunan kelapa sawit di Kabupaten Landak. Serta sektor industri denganPerluasan industri pupuk bahan amelioran dan pupuk buatan hara makro primer di Kabupaten Mempawah.
Di sektor perdagangan barang, komitmen transaksi terbesar ditorehkan oleh industri peternakan, yaitu antara PT Phalosari Unggul Jaya (Jatim) dan CV Sujaya Food (Kalbar). Berbagai produk unggulan lain juga turut diserap pasar, mulai dari komoditas pangan, pakan ternak, produk olahan, hingga rokok. Sebaliknya, Jatim memborong hasil alam Kalbar seperti kayu bulat, arang batok kelapa, briket sisha, hingga madu hutan.
Guna memperkuat dampak jangka panjang, Gubernur Khofifah secara khusus mengundang Pemprov Kalbar untuk mengirimkan tim medis/teknisnya mengikuti pelatihan Inseminasi Buatan (IB) di Balai Besar Inseminasi Buatan (BBIB) Singosari, Malang.
“Langkah ini kita harapkan mampu merangsang kemandirian dan lonjakan populasi ternak ruminansia di Kalimantan Barat,” tegas Gubernur Khofifah.
Sementara itu Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, menyambut hangat capaian luar biasa ini dan mengakui besarnya potensi kolaborasi ekonomi bersama Jawa Timur.
”Ini adalah nilai transaksi terbesar. Banyak hal yang harus kami pelajari dari Jawa Timur. Semoga kerja sama ini membawa manfaat luas bagi masyarakat kedua provinsi,” ungkap Ria Norsan.
Secara historis, Jawa Timur memang menjadi salah satu motor utama penggerak ekonomi nasional. Pada Semester I-2026, ekonomi Jatim tumbuh sebesar 5,84 persen (c-to-c)—melampaui rata-rata pertumbuhan ekonomi nasional—dengan kontribusi sebesar 25,40 persen terhadap PDRB Pulau Jawa dan 14,34 persen terhadap PDB Nasional.
Secara kumulatif sejak 2019 hingga pertengahan 2026, Pemprov Jatim telah menggelar 53 kali Misi Dagang Dalam Negeri dengan total nilai transaksi menembus Rp 41,28 triliun. Di tingkat global, Misi Dagang Luar Negeri Jatim juga telah menyumbang transaksi sebesar Rp 33,18 triliun.
Melalui Misi Dagang ke-6 di tahun 2026 yang melibatkan 162 pelaku usaha ini, Jatim dan Kalbar membuktikan bahwa penguatan integrasi ekonomi domestik adalah kunci utama menjaga ketahanan dan kemandirian ekonomi nasional. (ari)

