Eri Cahyadi Minta Mall Turunkan Pagar Tinggi: Surabaya Aman dan Ramah untuk Semua

Surabaya, MercuryFM – Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi meminta pengelola pusat perbelanjaan di Kota Pahlawan untuk tidak membangun pagar yang terlalu tinggi. Menurutnya, selain mengurangi estetika kota, pagar yang menjulang juga bisa menimbulkan kesan bahwa Surabaya tidak aman, padahal kondisi sebenarnya tidak demikian.

Hal itu disampaikan Eri setelah berkoordinasi dengan sejumlah pengelola mal di Surabaya. Ia menegaskan Pemerintah Kota Surabaya tidak meminta pagar dibongkar, melainkan hanya menyesuaikan ketinggiannya agar tetap berfungsi tanpa mengurangi kenyamanan masyarakat.

“Yang saya inginkan, ketika ada pagar, kawasan pejalan kaki tetap terasa terbuka dan terang. Jangan sampai pagar yang terlalu tinggi justru menimbulkan kesan takut atau kekhawatiran. Padahal Surabaya ini aman,” kata Eri, Senin (3/8/2026).

Menurut Eri, keberadaan pagar di beberapa mal sebenarnya lebih berkaitan dengan aspek keselamatan dan pengaturan arus pengunjung, bukan karena adanya ancaman keamanan atau untuk mengantisipasi aksi massa. Karena itu, ia berharap desain pagar tetap memperhatikan kenyamanan visual dan keterbukaan ruang publik.

Ia mencontohkan kondisi di sekitar Tunjungan Plaza yang kerap menjadi titik penyeberangan sembarangan bagi pengunjung mal. Meski telah tersedia Jembatan Penyeberangan Orang (JPO), masih banyak warga yang memilih menyeberang langsung di Jalan Basuki Rahmat yang memiliki arus lalu lintas padat.

“Sering kali orang langsung menyeberang di depan mal. Padahal itu berbahaya, baik untuk pejalan kaki maupun pengendara. Karena itu pengelola memasang pagar agar pergerakan orang bisa diarahkan ke titik yang lebih aman,” ujarnya.

Untuk mendukung keselamatan pengguna jalan, Pemkot Surabaya juga telah memasang barrier beton di sepanjang Jalan Basuki Rahmat. Langkah ini dilakukan agar masyarakat tidak menyeberang sembarangan dan memanfaatkan fasilitas penyeberangan yang telah disediakan.

Eri menjelaskan, penggunaan barrier beton dipilih karena lebih kokoh dibandingkan pembatas berbahan plastik yang kerap bergeser dari posisi semula. Kondisi tersebut dinilai berpotensi membahayakan pengguna jalan.
Di akhir keterangannya, Eri mengajak seluruh warga untuk ikut menjaga fasilitas umum dan mematuhi aturan lalu lintas demi keselamatan bersama. Menurutnya, kota yang aman dan nyaman tidak hanya dibangun oleh pemerintah, tetapi juga oleh kesadaran masyarakat dalam menggunakan ruang publik secara tertib.

“Kalau ada larangan parkir, jangan parkir sembarangan. Kalau sudah dipasang barrier, jangan dipindah atau digunakan untuk memotong jalan. Semua itu dibuat untuk menjaga keselamatan bersama,” pungkasnya. (lam)

Next Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Advertisement

Visual Radio

Add New Playlist