Lewat Jember Home Care, Bupati Jember Gus Fawait, sediakan dokter pribadi warga kurang mampu di Jember

Komitmen Bupati menghadirkan dokter jeluarga bagi warga miskin

​Surabaya, MercuryFM— Program Jember Home Care yang di gagas Bupati Jember Muhammad Fawait (Gus Fawait) dihadirkan sebagai wujud nyata sila ke-5 Pancasila, yakni Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia.

Menurut Gus Fawait dalam keterangan di Surbaya, melalui program inovatif ini, para tenaga kesehatan (nakes) diterjunkan langsung menyisir wilayah pedesaan hingga pelosok Jember untuk memberikan pelayanan medis secara door-to-door.

Layanan ini diprioritaskan bagi masyarakat kurang mampu, lansia, serta penderita penyakit kronis yang mengalami kendala mobilitas maupun finansial.

​”Kalau orang yang mampu punya dokter keluarga, kami ingin mewujudkan keluarga yang tidak mampu juga punya dokter pribadi atau dokter keluarga. Ini adalah komitmen kami dalam menghadirkan keadilan sosial sekaligus menjalankan Asta Cita Presiden terkait pengentasan kemiskinan dari sektor kesehatan,” ujar Gus Fawait, Jumat (31/07/26).

​Gus Fawait mengungkapkan, lahirnya gagasan Jember Home Care berawal dari pengalaman pribadinya sebagai anak desa yang tumbuh di lingkungan pedesaan. Ia kerap menyaksikan tetangga dan warga di pelosok yang enggan berobat meski menderita sakit berkepanjangan.

​”Pemerintah sebenarnya sudah menyediakan fasilitas jaminan kesehatan atau Surat Keterangan Miskin (SKM). Niat berobat ada, tetapi problem utamanya bukan hanya biaya medis. Warga miskin sering kali tidak punya biaya transportasi ke Puskesmas atau Rumah Sakit, dan keluarga yang mengantar terancam kehilangan penghasilan harian karena berhenti bekerja. Karena itu, negara harus hadir langsung ke rumah mereka,” jelas tokoh muda Partai Gerindra tersebut.

​Dikatakan Ketua Tidar Jatim ini, Program Jember Home Care menggabungkan pemeriksaan langsung dengan pemanfaatan teknologi digital. Nakes di lapangan akan melakukan pemeriksaan awal.

Apabila ditemukan kondisi yang membutuhkan penanganan dokter spesialis atau sub-spesialis, lanjutnya pasien akan langsung dihubungkan melalui telemedicine atau panggilan video (video call) secara real-time ke tiga rumah sakit milik pemerintah daerah.

​”Tak hanya itu, obat-obatan yang diresepkan oleh dokter spesialis akan diantar langsung oleh armada rumah sakit sampai ke pintu rumah warga,” ucapnya.

Dijelaskan oleh Gus Fawait, Dinas Sosial bersama Dinas Kesehatan menyusun 5 kelompok prioritas utama setiap bulannya. Diantaranya ​lansia tunggal, ​anak-anak stunting, ​ibu hamil resiko tinggi (Risti), ​penyandang disabilitas serta pendampingan medis bagi penderita penyakit kronis berkepanjangan.

Presiden Laskar Sholawat Nusantara (LSN) ini memastikan program Home Care memiliki dampak luas (multiplier effect). Layanan tidak hanya berhenti pada pemeriksaan medis, melainkan mencakup aspek sosial-ekonomi.

“​Jika dalam kunjungan ditemukan keluarga pasien yang kesulitan memenuhi kebutuhan pokok akibat tulang punggung keluarga sedang sakit, Pemkab Jember turut menyalurkan bantuan sembako. Selain itu, kondisi rumah yang tidak layak huni akan didata untuk dimasukkan dalam program perbaikan rumah/bedah rumah, baik melalui program Pemkab Jember maupun Pemerintah Pusat,” jelas Gus Fawait.

Gus Fawait juga menegaskan bagi warga yang membutuhkan bantuan di luar data prioritas, Pemkab Jember telah menyiapkan aduan cepat melalui Hotline Watu Urip.

“Akses hotline ini disebarluaskan melalui media sosial, portal berita, armada operasional Home Care, serta spanduk warga,” ujarnya.

​Gus Fawait menambahkan bahwa saat ini tingkat keaktifan Universal Health Coverage (UHC) di Kabupaten Jember telah mencapai 80 persen, sehingga mayoritas warga telah terlindungi jaminan kesehatan.

“Melalui sinergi Dinas Sosial dan Dinas Kesehatan, warga yang belum ter-cover akan terus disisir agar mendapatkan hak pelayanan kesehatan yang setara,” pungkasnya. (ari)

Next Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Advertisement

Visual Radio

Add New Playlist