DPRD Surabaya ungkap Siswa SMP Terpapar Radikalisme, Tunjangan Guru Agama Belum Cair 4 Bulan

Surabaya, MercuryFM – Anggota DPRD Surabaya Imam Syafi’i mengungkap adanya temuan seorang siswa SMP di Surabaya yang terpapar paham radikalisme hingga harus menjalani proses deradikalisasi. Informasi tersebut disampaikan dalam hearing DPRD Surabaya bersama Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Surabaya.

Politisi Partai NasDem yang juga anggota Badan Anggaran DPRD Surabaya itu mengaku prihatin dengan munculnya paparan paham ekstrem di kalangan pelajar. Menurutnya, ancaman radikalisme kini tidak hanya menyasar orang dewasa, tetapi juga anak-anak dan remaja.

Dalam forum tersebut, Imam menyebut pihak Kemenag Surabaya menyampaikan informasi yang diterima dari Densus 88 mengenai adanya remaja di Surabaya yang terpapar radikalisme. Salah satunya merupakan siswa SMP yang kini tengah menjalani proses deradikalisasi di lingkungan pesantren.

“Tadi disampaikan bahwa ada siswa SMP di Surabaya yang terpapar radikalisme. Ini tentu menjadi perhatian serius bagi kita semua,” kata Imam, Kamis (30/7/2026).

Ia menjelaskan, penyebaran paham radikal saat ini berkembang dengan berbagai cara, termasuk memanfaatkan ruang digital yang dekat dengan kehidupan anak-anak dan remaja. Karena itu, pemerintah, sekolah, dan orang tua diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai bentuk penyebaran ideologi ekstrem.

Namun dalam hearing yang sama, Imam juga menyoroti persoalan tunjangan profesi guru agama yang disebut belum cair selama empat bulan. Menurutnya, kondisi tersebut tidak boleh dianggap sepele karena guru agama memiliki peran strategis dalam membangun karakter, memperkuat nilai keagamaan yang moderat, serta menanamkan wawasan kebangsaan kepada para siswa.

“Ketika ancaman radikalisme terhadap pelajar masih ada, kami justru menerima laporan tunjangan profesi guru agama belum cair selama empat bulan. Padahal guru agama adalah salah satu garda terdepan dalam membentengi anak-anak dari pengaruh paham ekstrem,” ujarnya.

Imam berharap Kementerian Agama dan pihak terkait segera menyelesaikan persoalan tersebut agar para guru dapat menjalankan tugasnya dengan tenang dan maksimal. Ia menilai keterlambatan pencairan tunjangan berpotensi memengaruhi semangat para pendidik yang selama ini berperan penting dalam pembinaan moral dan spiritual peserta didik.

Menurut Imam, penguatan pendidikan karakter, nilai-nilai keagamaan yang moderat, serta wawasan kebangsaan harus terus dilakukan untuk membentengi generasi muda dari pengaruh radikalisme.

Ia juga meminta pemerintah kota melalui OPD terkait untuk memperkuat upaya pencegahan radikalisme di lingkungan pendidikan, termasuk meningkatkan koordinasi dengan sekolah, Kemenag, dan aparat keamanan.

“Kalau kita ingin mewujudkan Indonesia Emas 2045, maka generasi muda harus dijaga dari paham radikal dan kekerasan. Karena itu guru agama harus mendapatkan dukungan yang memadai agar bisa menjalankan perannya secara optimal,” pungkasnya. (lam)

Next Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Advertisement

Visual Radio

Add New Playlist