Kecelakaan maut di Suramadu, Harisandi: Kita akan minta evaluasi menyeluruh keselamatan jalan akses Suramadu

​Surabaya, MercuryFM – Tragedi kecelakaan beruntun yang melibatkan lima kendaraan di kawasan Burneh, Bangkalan, Jumat (3/7/2026) lalu, memicu reaksi keras dari kalangan DPRD Jatim. Jalur akses menuju Jembatan Suramadu kini dinilai rawan dan mendesak untuk diaudit total.

​Anggota Komisi D DPRD Jawa Timur, R. Harisandi Savari, meminta pemerintah bersama instansi terkait tidak menutup mata dan segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap aspek keselamatan di sepanjang jalur strategis tersebut.

​Harisandi mengaku sempat memantau langsung kondisi lapangan pasca-insiden yang menyebabkan jalur utama logistik itu lumpuh total.

​”Usai kejadian, saya memantau langsung di lokasi. Lalu lintas terkena imbas besar, kemacetan terjadi hampir 2 jam lebih,” ujar Harisandi kepada media, Kamis (09/07/26).

​Harisandi menegaskan, kecelakaan beruntun di pintu utama mobilitas Pulau Madura ini tidak boleh dianggap sebagai angin lalu atau sekadar insiden biasa. Peristiwa ini harus menjadi momentum perbaikan sistem keselamatan transportasi di Jawa Timur.

​Sebagai anggota komisi yang membidangi infrastruktur dan perhubungan, ia mendorong Pemprov Jatim, Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN), Dinas Perhubungan, dan kepolisian segera menggelar road safety audit (audit keselamatan jalan).

​”Seluruh aspek harus dipastikan berfungsi optimal, mulai dari kondisi aspal, rambu-rambu, marka, penerangan jalan, hingga pengawasan kendaraan kelebihan muatan. Kita tidak boleh menunggu jatuhnya korban berikutnya baru sibuk melakukan pembenahan,” tegasnya.

​Selain mendesak perbaikan infrastruktur, politisi PKS ini juga meminta aparat kepolisian mengusut tuntas penyebab tabrakan beruntun tersebut secara objektif. Baik dari faktor kelalaian manusia (human error), kelaikan kendaraan, maupun kondisi jalan.

​Ia juga menyampaikan rasa duka mendalam kepada keluarga korban yang meninggal dunia, serta mendoakan korban luka agar segera pulih.

“Namun, hukum tetap harus ditegakkan jika ditemukan unsur kelalaian,” ucapnya

​Di akhir penjelasannya, legislator muda ini mengingatkan bahwa keselamatan di jalan adalah komitmen dua arah. Pemerintah wajib menyediakan fasilitas jalan yang aman, sementara pengguna jalan wajib membangun budaya tertib berkendara.

​”Pastikan kendaraan laik jalan, patuhi batas kecepatan, dan jangan memaksakan diri menyetir jika lelah. Keselamatan adalah tanggung jawab bersama,” pungkas anggota DPRD Jatim dari Daerah Pemilihan (Dapil) Madura ini.

Seperti diketahui Tabrakan beruntun tragis yang melibatkan lima kendaraan terjadi di jalur akses Jembatan Suramadu sisi Madura, tepatnya di Desa/Kecamatan Burneh, Kabupaten Bangkalan, Jumat (3/7/2026) dini hari sekitar pukul 03.30 WIB.

Insiden maut ini mengakibatkan sepasang suami istri (pasutri) asal Kecamatan Banyuates, Kabupaten Sampang, meninggal dunia di lokasi kejadian akibat hantaman keras. Selain korban jiwa, sebanyak tujuh orang lainnya dilaporkan mengalami luka-luka.

Imbas kecelakaan ini, terjadi kepadatan di area jalur jembatan Suramadu, khususnya arus lalu lintas dari arah Surabaya menuju Madura, sempat mengalami kelumpuhan dan tersendat parah selama beberapa jam.

Arus kendaraan baru berangsur normal kembali sekitar pukul 07.30 WIB setelah personel gabungan dari Polsek Burneh, Satlantas Polres Bangkalan, bersama Unit PJR Jatim VIII Suramadu berjibaku mengevakuasi bangkai kendaraan dari tengah jalan. (ari)

Next Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Advertisement

Visual Radio

Add New Playlist