Gubernur Khofifah tegaskan penjaringan calon siswa Sekolah Rakyat Jatim masih terus berlangsung

Targetkan di 28 Lokasi, sebelum pertengahan Juli sudah terisi

​Surabaya, MercuryFM – Pemerintah Provinsi Jawa Timur bersama Kementerian Sosial (Kemensos) RI terus memacu proses penjaringan calon siswa Sekolah Rakyat (SR) untuk Tahun Ajaran 2026/2027. Hingga saat ini, data penerimaan masih dinamis mengingat kuota besar yang disiapkan belum sepenuhnya final.

​Secara keseluruhan, Pemprov Jatim menargetkan program SR tahun ini dapat berjalan di 28 lokasi, mencakup 18 SR permanen dan 10 SR rintisan, dengan total daya tampung mencapai 5.370 peserta didik.

Rincian target sekolah rakyat Jatim 2026/2027, total akan diisi 5.370 kuota siswa yang tersebar dalam 179 rombongan belajar (rombel). Dengan rincian SD sebanyak 1.680 siswa, ​SMP sebanyak 1.860 siswa, ​SMA sebanyak 1.830 siswa.

​Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menegaskan bahwa proses pendataan dan verifikasi masih bergerak di masing-masing kabupaten/kota. Penjaringan di lapangan digerakkan secara masif oleh SDM Program Keluarga Harapan (PKH) dengan pendampingan ketat dari Dinas Sosial setempat.

​”Penjaringan calon siswa SR masih terus berlangsung. Bersama SDM PKH dan Dinsos kabupaten/kota, kami terus melakukan pendampingan dan sosialisasi kepada keluarga calon siswa agar mereka memperoleh pemahaman yang utuh mengenai penyelenggaraan SR, khususnya konsep pendidikan berasrama,” ujar Khofifah di Surabaya, Kamis (09/07/26).

​Khofifah menambahkan, sosialisasi ini krusial untuk memberikan gambaran utuh kepada orang tua murid mengenai sistem pembelajaran, pola pengasuhan, pembinaan karakter, hingga seluruh fasilitas gratis yang akan diterima anak-anak mereka selama tinggal di asrama.

​Sebagai strategi percepatan, Kemensos RI juga menginisiasi kegiatan Open House SR. Agenda ini menjadi ruang bagi calon siswa dan orang tua untuk melihat langsung bukti nyata keberhasilan akademis dan karakter anak-anak yang sudah menempuh pendidikan di 10 SR rintisan sejak tahun 2025.

Sementara itu Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Jatim, Dra. Restu Novi Widiani, MM, menjelaskan bahwa daftar resmi siswa baru baru akan dikunci dan ditetapkan secara resmi oleh pemerintah daerah kabupaten/kota setelah seluruh tahapan verifikasi lapangan selesai.

​Pihaknya membidik seluruh kuota dapat terpenuhi sebelum rangkaian krusial penerimaan siswa baru dimulai pada pertengahan Juli ini.

​”Kami optimistis jumlah tersebut akan terus bertambah. Harapannya, saat memasuki rangkaian cek kesehatan gratis, tes DNA, dan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) yang direncanakan berlangsung pada 14 sampai 17 Juli mendatang, kuota peserta didik yang telah ditetapkan sudah terpenuhi,” ungkap Restu Novi.

​Sembari menjaring ribuan siswa baru, Dinsos Jatim memastikan proses pembelajaran untuk 852 siswa eksisting di 10 SR rintisan yang sudah berjalan sejak tahun lalu akan tetap beroperasi normal pada Tahun Ajaran 2026/2027.

Data Disnsos Jatim terkait sebaran siswa eksisting di 10 SR yakni, SRMA 25 Lamongan dengan 72 siswa, SRT 5 Ponorogo sebanyak 110 siswa, SRT 7 Probolinggo 91 siswa, SRT 51 Bangkalan 83 siswa, SRT 49 Sumenep 82 siswa, SRMP 29 Pamekasan 50 siswa, SRMA 36 Bojonegoro 96 siswa, SRMP 14 Batu 149 siswa, SRMA 22 Malang 69 siswa, serta SRMP 15 Mojokerto 50 siswa. Dengan total keseluruhan sebanyak 852 siswa.

Dinsos Jatim juga mengaskan sampai saat ini, belum ada belum ada keputusan final atau pengumuman resmi mengenai nama-nama calon siswa yang diterima. Segala perkembangan data masih bergantung pada hasil validasi faktual di lapangan hingga menjelang pembukaan MPLS pekan depan. (ari)

Next Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Advertisement

Visual Radio

Add New Playlist