Jakarta, MercuryFM – Perkembangan baru dalam dunia pelayanan gereja dan misi di Indonesia terjadi dengan bergabungnya Gereja Misi Sejahtera (GMS), Yayasan Mawar Sharon Peduli (MSP), dan Sekolah Tinggi Teologi (STT) GMS ke dalam Perkumpulan Persatuan Ekklesia dan Badan Misi Indonesia (PEBMI).
Langkah ini menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergi antar sinode gereja, lembaga misi, yayasan sosial, dan institusi pendidikan teologi di Indonesia untuk memperluas pelayanan serta menjalankan Amanat Agung secara lebih terstruktur, kolaboratif, dan berkelanjutan.
PEBMI sendiri merupakan organisasi aras nasional yang baru berdiri dan secara resmi mendapatkan legalitas dari Pemerintah Republik Indonesia pada 10 Juni 2026. Organisasi ini hadir sebagai wadah pemersatu berbagai elemen gerejawi dan lembaga misi dari berbagai daerah di Indonesia.
Mewakili Sinode Gereja Misi Sejahtera, Ps. Jeremy Mantofa menyampaikan bahwa bergabungnya GMS ke dalam PEBMI merupakan bentuk komitmen untuk memperkuat kolaborasi pelayanan sekaligus berbagi pengalaman dalam pengembangan gereja modern.
Menurutnya, Gereja Misi Sejahtera siap berkontribusi melalui transfer pengetahuan terkait sistem pertumbuhan gereja, pengembangan kepemimpinan, hingga pemanfaatan teknologi digital dalam pelayanan.
“Melalui PEBMI, kami di Gereja Misi Sejahtera menerima amanat untuk turut aktif membagikan Sistem Pertumbuhan Gereja melalui konferensi serta pelatihan dalam memaksimalkan pemanfaatan media digital di dalam gereja. Kami berkomitmen mengemban tugas ini demi kemajuan Injil dan semangat saling menopang antarkomunitas gerejawi di tanah air,” ujar Jeremy Mantofa.
Tidak hanya GMS, dua lembaga strategis lainnya juga turut memperkuat struktur PEBMI, yakni Yayasan Mawar Sharon Peduli (MSP) yang dipimpin Ps. Lianggono Tejo Bunarto serta Sekolah Tinggi Teologi GMS yang diketuai Ps. Mulyadi Budiyanto.
Kehadiran ketiga institusi tersebut dinilai akan memperluas cakupan pelayanan PEBMI, mulai dari pembinaan jemaat, pendidikan teologi, pelayanan sosial kemanusiaan, hingga pengembangan sumber daya gereja di era digital.
Sementara itu, Ketua Umum PEBMI, Hepy Yeremia Manopo, menyambut bergabungnya GMS, MSP, dan STT GMS sebagai langkah besar dalam membangun kekuatan pelayanan nasional.
“Ini bukan sekadar penambahan jumlah anggota, melainkan sebuah penggabungan potensi ilahi untuk mempercepat perluasan Kerajaan Allah dan pelayanan misi di Indonesia,” tegas Hepy dalam konferensi pers yang digelar di Jakarta.
Dalam kesempatan tersebut, Hepy didampingi jajaran pengurus pusat PEBMI, antara lain Wakil Pengurus Afny Vendy Meru, Sekretaris David Herson Tonius, Bendahara Rizal Calvary Marimbo, Ketua Pengawas Budianto Andreas Nawawi, dan Wakil Pengawas Joyo Ryadi.
Payung Nasional bagi Gereja dan Lembaga Misi
Sebagai organisasi aras nasional, PEBMI memiliki cakupan keanggotaan yang luas. Organisasi ini menaungi berbagai sinode gereja, lembaga misi, yayasan sosial, lembaga pendidikan teologi, media Kristen, hingga institusi pendidikan berbasis Kristen di berbagai wilayah Indonesia.
Dengan model kolaborasi tersebut, PEBMI berharap dapat menjadi ruang bersama bagi gereja dan lembaga pelayanan untuk saling mendukung, bertukar pengalaman, serta membangun program-program yang berdampak bagi masyarakat.
Selain memperkuat pelayanan rohani, PEBMI juga mendorong peningkatan kualitas tata kelola organisasi, transparansi kelembagaan, serta penguatan pelayanan sosial yang menyentuh kebutuhan masyarakat luas.
Melalui peresmian integrasi ini, PEBMI mengajak gereja, lembaga misi, yayasan, dan komunitas pelayanan Kristen di seluruh Indonesia untuk bergabung dalam gerakan kolaboratif tersebut.
Dengan mengusung semangat persatuan dan sinergi nasional, PEBMI berharap dapat menjadi motor penggerak transformasi pelayanan gereja Indonesia sekaligus berkontribusi nyata bagi pembangunan karakter, kesejahteraan, dan kehidupan sosial bangsa.
“Bersama PEBMI, kita rapatkan barisan, melangkah dalam kesatuan yang utuh, serta memberikan kontribusi nyata bagi transformasi rohani dan kesejahteraan bangsa Indonesia,” demikian seruan yang disampaikan dalam peresmian tersebut. (lam)

