Patung Bung Karno membaca buku jadi ikon baru Istana Gebang, Deni Wicaksono: Menumbuhkan budaya literasi

Blitar, MercuryFM – Renovasi Istana Gebang, rumah masa kecil Proklamator RI Bung Karno di Kota Blitar, ada perubahan mencolok. Ini tampak dengan hadirnya patung Bung Karno yang digambarkan sedang duduk di kursi sambil membaca buku.

Di balik konsep tersebut menurut Sekretaris DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, Deni Wicaksono Selertaris DPD PDIP Jatim, tersimpan pesan penting yang ingin diwariskan kepada generasi muda Indonesia yakni semangat belajar dan kecintaan terhadap ilmu pengetahuan.

Menurut Deni, perubahan konsep patung tersebut merupakan arahan langsung Megawati Soekarnoputri yang ingin menghadirkan sosok Bung Karno sebagai figur pembelajar yang menjadikan buku dan pengetahuan sebagai fondasi perjuangannya.

“Ibu Megawati meminta agar patung Bung Karno digambarkan sedang membaca. Ada pesan penting yang ingin disampaikan, yakni bahwa Bung Karno adalah sosok pembelajar yang menjadikan buku dan pengetahuan sebagai fondasi perjuangannya. Pesan itu ingin diwariskan kepada generasi muda hari ini,” ujar Deni usai peresmian renovasi Istana Gebang oleh Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri, Senin (15/06/26).

Wakil Ketua DPRD Jawa Timur itu menjelaskan, renovasi Istana Gebang dilakukan sebagai bagian dari upaya merawat situs sejarah yang memiliki keterkaitan erat dengan perjalanan hidup dan perjuangan Bung Karno.

Renovasi tersebut, lanjutnya, merupakan tindak lanjut arahan Megawati agar kader PDI Perjuangan terus menjaga warisan sejarah bangsa sekaligus menjadikannya sebagai ruang edukasi bagi masyarakat.

“Renovasi Istana Gebang telah diresmikan langsung oleh Ibu Megawati Soekarnoputri hari ini. Ini adalah bagian dari arahan beliau kepada seluruh kader untuk menjaga dan merawat jejak sejarah bangsa, khususnya tempat-tempat yang menjadi bagian dari perjalanan hidup Bung Karno,” katanya.

Deni menambahkan, seluruh proses renovasi dilakukan dengan semangat gotong royong. Pembiayaan perbaikan kawasan Istana Gebang berasal dari kontribusi kader PDI Perjuangan se-Jawa Timur sebagai bentuk penghormatan terhadap warisan sejarah Sang Proklamator.

Selain mempercantik kawasan, pembaruan yang dilakukan juga diarahkan untuk memperkuat fungsi Istana Gebang sebagai ruang pembelajaran sejarah dan kebangsaan.

Menurut Deni, pesan yang dibawa melalui patung Bung Karno membaca menjadi semakin relevan di tengah perkembangan teknologi digital saat ini. Generasi muda, kata dia, menghadapi tantangan baru berupa menurunnya minat membaca dan kecenderungan menghabiskan waktu di depan gawai.

Karena itu, Istana Gebang diharapkan tidak hanya menjadi tempat wisata sejarah, tetapi juga menjadi ruang yang mampu menginspirasi anak-anak muda untuk kembali mencintai ilmu pengetahuan.

“Budaya membaca dan belajar jangan sampai tergeser oleh budaya yang hanya berpusat pada penggunaan gawai. Pesan Ibu Megawati jelas, generasi muda harus membangun fondasi yang kuat melalui pengetahuan dan pemikiran para pendahulu bangsa. Dari sanalah karakter dan kecintaan terhadap Indonesia dapat tumbuh,” tegasnya.

Ia berharap kehadiran wajah baru Istana Gebang dapat mendorong semakin banyak generasi muda datang untuk mengenal sejarah sekaligus mempelajari pemikiran-pemikiran besar Bung Karno yang menjadi bagian penting dari perjalanan bangsa Indonesia.

“Ke depan, anak-anak muda diharapkan lebih banyak belajar dan mengenal sejarah para senior serta para pendiri bangsa. Jangan hanya menghabiskan waktu untuk bermain gim, tetapi juga memperkaya diri dengan membaca dan memahami gagasan-gagasan besar yang melahirkan Indonesia,” pungkasnya.

Dengan konsep baru tersebut, Istana Gebang tidak hanya menghadirkan jejak sejarah Bung Karno, tetapi juga membawa pesan bahwa perjuangan besar selalu berawal dari semangat belajar, membaca, dan memperluas wawasan. (ari)

Next Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Advertisement

Visual Radio

Add New Playlist