Surabaya, MercuryFM – Fakultas Ilmu Komunikasi (Fikom) Universitas Ciputra kembali menggelar Ciputra Film Festifal (CFF) yang ke-5 dengan mengusung tema Mosaic, sebagai ruang ekplorasi kreativitas dan identitas generasi muda.
Acara yng digelar mulai tanggal 2 sampai 6 Juni 2026, di Universitas Ciputra Surabaya, V-Walk Atrium dan XXI Ciputra World Surabaya ini juga menghadirkan sejumlah industri perfilman Indonesia diantaranya Robert Ronny, Chandra Liow, Andinia Wirasati, Riri Riza dan Wregas Bhanuteja.
Menurut Festival director Jason Cliff Kurniawan, tema Mosaic sengaja diambil karena lahir dari fenomena sosial yang semakin dekat dengan kehidupan generasi muda saat ini.
Ditengah arus tren yang bergerak cepat dan budaya fear of missing out (FOMO), kata Jason, banyak individu perlahan kehilangan identitasnya demi mengikuti standar sosial dan budaya populer.
“Melalui tema Mosaic kita hadir ingin mengajak generasi muda untuk melihat bahwa setiap individu memiliki cerita, warna dan perspektif yang berbeda beda. Layaknya potongan mosaic, pebedaan justru membentuk sebuah kesatuan yang utuh dan bermakna,” ujarnya, di V walk atrium Ciputra world, Rabu (03/06/26).
Dijelaskan Jason, antusiasme terhadap CFF ke-5 ini cukup tinggi. Selain karya-karya sineas dalam negeri, partisipasi dari sineas luar negeri juga meningkat bila dibandingkan tahun kemarin. Tahun ini pihaknya menerima lebih dari 280 karya film dari 35 negara.
“Ini menjadi bukti bahwa CFF ke-5 semakin berkembang sebagai ruang apresiasi dan kolaborasi kreatif beskala internasional,” tegasnya.
Sementara itu Dr. Cosmas Gatot Haryono as Dean of the Faculty of Communication, mengatakan dengan pagelaran ini menunjukkan Fikom Ciputra konsisten dalam mengahadirkan festifal film yang berkualitas dan relevan bagi generasi muda.
Tidak hanya sebagai ruang ekpresi karya, CFF ke-5 ini lanjut Cosmas, juga aktif menggandeng komunitas kreatif, membuka kesempatan bagi sineas muda dari bebagai kalangan melalui berbagai program.
“Mulai dari expert session, work shop, Film screaning, dari berbagai karya filmmakers yang masuk di official selection, exhibition, competition hingga puncaknya di tutup dengam awardhing night, ” jelasnya.
Kata Cosmas dalam CFF ke 5 ini juga menghadirkan program baru bertajuk CFF project hunt. Yakni lomba pitching gagasan film yang ditujukan bagi pelajar tingkat SMA/SMK sederajat dengan tetap membuka kesempatan bagi peserta umum.
Dalam acara berlangsung selama 5 hari ini, juga digelar exhibition photography, open air cinema “the talk weaver, program screaning dengan ISI Bali serta expert session bersama Chandra Liow dengan tema “mosaic of becoming, finding passion in filmaking, Riri Reza dengan tema “pieces of mosaic, Andinia Wirasti serta Wregas Bhanuteja.
Selain itu juga akan digelar community forum yang dihadiri komunitas film dari Sinematografi Unair, Koefikom Unesa, liga film ITB dan beberapa komunitas film lainnya. Juga digelar workhshop crochet mosaic.
Puncak acara CFF ke-5 ini juga akan digelar awarding night pada para finalis CFF project hunt, sebagai salah satu bentuk komitmen festifal dalam mendukung lahirnya talenta kreatif muda di bidang perfilman. (ari)

