Surabaya, MercuryFM – Momentum Hari Jadi Kota Surabaya (HJKS) ke-733 dimanfaatkan Pelaksana Harian (Plh) Wali Kota Surabaya Armuji untuk menyampaikan sejumlah pekerjaan rumah yang masih menjadi perhatian Pemerintah Kota Surabaya.
Usai upacara dan resepsi HJKS di Balai Kota Surabaya, Minggu (31/5/2026), pria yang akrab disapa Cak Ji itu menyebut persoalan kebersihan, pengangkutan sampah, parkir liar, jalan berlubang hingga titik banjir masih menjadi laporan yang paling banyak disampaikan masyarakat.
Menurutnya, berbagai masukan yang masuk melalui media sosial maupun pesan pribadi selalu menjadi bahan evaluasi pemerintah.
“Kita selalu merespons laporan masyarakat. Terutama soal kebersihan, sampah dari TPS, parkir, jalan berlubang sampai titik-titik banjir yang masih muncul saat musim hujan. Hal-hal kecil seperti itu justru harus menjadi perhatian serius pemerintah,” kata Cak Ji.
Cak Ji menegaskan, kegiatan inspeksi mendadak (sidak) yang selama ini dilakukannya bukan untuk mencari popularitas, melainkan tindak lanjut dari laporan warga.
“Kalau ada laporan, pasti kita cek. Bukan untuk pencitraan. Kita pastikan dulu apakah laporan itu benar atau tidak. Seperti kasus parkir yang kemarin ramai, ternyata memang benar terjadi dan langsung kita tindak lanjuti,” ujarnya.
Menurut Cak Ji meski terkesan sederhana, persoalan parkir liar, sampah menumpuk, hingga jalan rusak merupakan masalah yang langsung dirasakan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.
“Ini mungkin terlihat sepele, tetapi warga juga membayar pajak. Mereka punya hak untuk mengkritik dan memberi masukan. Pemerintah tidak boleh baper, harus mendengar dan menindaklanjuti secara serius,” tegasnya.
Selain membahas berbagai persoalan kota, Cak Ji juga menyoroti pentingnya menjaga semangat toleransi melalui Program Kampung Pancasila. Menurutnya, nilai-nilai Pancasila menjadi fondasi yang membuat masyarakat Surabaya tetap hidup rukun dalam keberagaman.
“Pancasila kuat, Surabaya hebat. Toleransi antaragama, suku, ras dan golongan harus terus dijaga. Kalau masyarakat kompak dan berpegang pada nilai Pancasila, Surabaya akan semakin maju,” katanya.
Di bidang ekonomi, Cak Ji mengatakan Pemkot Surabaya terus memperkuat dukungan kepada pelaku UMKM dan ekonomi kreatif di tengah kondisi ekonomi global yang penuh tantangan.
“Pemerintah harus hadir mendukung UMKM supaya tetap bisa bertahan dan berkembang. Karena sektor inilah yang ikut menggerakkan ekonomi masyarakat,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Cak Ji juga menanggapi video yang sempat viral terkait keberadaan tunawisma di sejumlah titik Kota Surabaya. Ia meminta masyarakat tidak hanya mengunggah video, tetapi juga menyertakan lokasi yang jelas agar dapat segera ditindaklanjuti.
“Kalau ada laporan lengkap dengan lokasinya, pasti akan kami datangi. Pemerintah harus memastikan kondisi yang sebenarnya sebelum mengambil langkah penanganan,” katanya.
Di usia ke-733 tahun, Armuji berharap Surabaya tidak hanya dikenal sebagai kota yang maju secara fisik, tetapi juga kota yang responsif terhadap keluhan warga, menjaga toleransi, serta mampu menggerakkan ekonomi kerakyatan melalui UMKM dan ekonomi kreatif. (lam)

