Surabaya, MercuryFM – Surabaya kembali dilanda cuaca panas ekstrem pada Kamis (7/5/2026). Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan suhu udara di Kota Pahlawan mencapai 35 derajat Celsius pada siang hari disertai indeks ultraviolet (UV) kategori ekstrem.
Cuaca cerah mendominasi hampir seluruh wilayah Surabaya sejak pagi hingga sore hari. Minimnya tutupan awan membuat paparan sinar matahari langsung meningkat signifikan, terutama pada pukul 11.00 hingga 13.00 WIB.
Berdasarkan prakiraan BMKG Juanda, suhu udara pagi hari berada di kisaran 27 derajat Celsius dan meningkat menjadi 31 derajat Celsius pada pukul 10.00 WIB. Puncak panas diprediksi terjadi sekitar pukul 13.00 WIB dengan suhu mencapai 35 derajat Celsius dan kelembapan udara turun hingga 48 persen.
Meski angin bertiup dari arah timur hingga tenggara dengan kecepatan 1 sampai 17 kilometer per jam, kondisi udara tetap terasa panas dan kering. Peluang hujan pun sangat rendah, hanya berkisar 0 hingga 9 persen sepanjang hari.
Prakirawan BMKG Juanda, Levi Ratnasari, mengatakan kondisi tersebut menjadi salah satu tanda awal memasuki musim kemarau di wilayah Surabaya dan sekitarnya.
“Secara umum awal musim kemarau di Surabaya terjadi pada akhir Mei,” ujar Levi.
BMKG juga mengingatkan masyarakat terkait tingginya indeks UV yang masuk kategori merah hingga ungu atau ekstrem. Paparan sinar ultraviolet dalam kondisi tersebut berisiko memicu gangguan kesehatan seperti iritasi kulit, dehidrasi, hingga heatstroke apabila terlalu lama beraktivitas di luar ruangan tanpa perlindungan.
Warga diimbau mengurangi aktivitas luar ruangan pada jam terik, terutama pukul 11.00 hingga 14.00 WIB. Penggunaan tabir surya minimal SPF 30, topi, payung, serta konsumsi air putih secara rutin sangat disarankan untuk mengurangi dampak cuaca panas ekstrem.
Levi juga menanggapi istilah “Godzilla El Nino” yang sempat ramai diperbincangkan di media sosial. Menurutnya, istilah tersebut bukan istilah resmi BMKG, meski fenomena El Nino memang diprediksi memengaruhi musim kemarau tahun ini.
“Kondisi kemarau akan terasa lebih kering dan terik karena dipengaruhi El Nino,” katanya.
BMKG memprediksi cuaca panas masih berpotensi terjadi dalam beberapa hari ke depan sebelum peluang hujan ringan mulai meningkat pada akhir pekan mendatang. (lam)

