Surabaya – Kinerja Pimpinan DPRD Provinsi Jawa Timur (Jatim), Ketua DPRD Jatim H.M Musyafak Rouf (PKB) dan Wakil Ketua DPRD Jatim, Deni Wicaksono (PDIP), Hidayat (Gerindra), Blegur Prijanggono (Golkar) dan Sri Wahyuni (Demokrat), dalam membawa lembaga DPRD Jatim, menjadi lebih baik dalam menjalankan tugas dan fungsinya, memberikan pelayanan aspirasi yang terbuka pada masyarakat Jatim, termasuk keterbukaan informasi pada kalangan jurnalis, mendapatkan apresiasi Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jatim.
Dalam puncak peringatan Hari Pers Nasional (HPN) tingkat Jatim dan HUT PWI ke- 80, lembaga legislatif yang berada di jalan Indrapura no 1 ini, menerima penghargaan bergengsi dari Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jatim, katagori tokoh Penguatan Integritas Kelembagaan Legislatif.
Penghargaan ini juga menjadi simbol kuatnya komitmen lembaga legislatif dalam menjaga sinergitas dan kemitraan strategis bersama insan pers di wilayah tersebut. Wakil Ketua DPRD Jatim, Deni Wicaksono, hadir langsung menerima penghargaan itu.
Deni mengatakan bahwa apresiasi ini merupakan cerminan dari hubungan harmonis yang selama ini terbangun antara parlemen dan awak media dalam mengawal kebijakan pembangunan di Jatim.
“Bagi lembaga legislatif, pers adalah penyeimbang, bagaimana kemudian menyuarakan kebenaran, dan ini yang menjadi ujung tombak dalam menjaga demokrasi,” ujar Deni Wicaksono usai menerima penghargaan tersebut.
Deni menekankan bahwa di tengah masifnya peredaran informasi di media sosial yang sering kali tidak terkontrol, peran media mainstream sebagai “jembatan fakta” menjadi semakin krusial.
DPRD Jatim berharap pers dapat terus menjalankan fungsinya secara profesional untuk menjaga kondusivitas wilayah melalui pemberitaan yang kredibel.
Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga marwah jurnalistik agar masyarakat mendapatkan informasi yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan di tengah gempuran konten hoaks.
“Pers tetap harus menjaga marwahnya, integritas dijaga. Perannya sangat penting sekali untuk menyampaikan kebenaran di tengah liarnya media sosial yang terkadang tidak bisa terkontrol,” tegas legislator dari PDI Perjuangan tersebut. (ari)
