Surabaya, MercuryFM – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi Jawa Timur pada Maret 2026 tetap terkendali di tengah meningkatnya aktivitas konsumsi selama Ramadan dan menjelang Idulfitri 1447 Hijriah.
Secara bulanan (month to month), inflasi tercatat sebesar 0,39 persen. Sementara itu, inflasi tahun kalender mencapai 1,13 persen dan inflasi tahunan (year on year) berada di angka 3,79 persen.
Plt. Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur, Ir. Herum Fajarwati, menyampaikan bahwa kondisi ini menunjukkan stabilitas harga masih terjaga meskipun ada tekanan musiman.
“Inflasi pada Maret 2026 masih dalam kondisi terkendali. Meskipun ada peningkatan permintaan selama Ramadan dan menjelang Idulfitri, namun berbagai kebijakan pengendalian yang dilakukan mampu menjaga stabilitas harga,” ujarnya.
Sejumlah faktor turut memengaruhi dinamika harga sepanjang Maret 2026. Dari sisi global, penurunan harga emas dunia berdampak pada tren harga komoditas tersebut di dalam negeri. Di sisi lain, kebijakan penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi oleh Pertamina juga memberikan andil terhadap pergerakan inflasi.
Selain itu, kebijakan diskon tiket pesawat selama periode mudik Lebaran turut membantu menahan tekanan inflasi, khususnya pada sektor transportasi.
Pemerintah memberikan insentif berupa pengurangan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) yang berdampak pada turunnya harga tiket penerbangan domestik kelas ekonomi.
“Kelompok makanan, minuman, dan tembakau masih menjadi penyumbang utama inflasi. Ini sejalan dengan pola konsumsi masyarakat yang meningkat selama Ramadan,” tambah Herum.
Komoditas seperti daging ayam ras, telur ayam ras, cabai merah, dan minyak goreng tercatat mengalami kenaikan harga. Sementara itu, beberapa komoditas justru memberikan andil deflasi, seperti angkutan udara akibat diskon tarif, serta emas perhiasan yang mengikuti tren harga global.
BPS juga mencatat bahwa curah hujan dengan kategori menengah hingga tinggi di sejumlah wilayah Jawa Timur turut memengaruhi distribusi dan pasokan bahan pangan, yang berdampak pada fluktuasi harga di pasar.
Secara keseluruhan, inflasi selama Ramadan dan Idulfitri tahun ini masih berada dalam rentang yang terkendali, meskipun terdapat tekanan musiman dari peningkatan permintaan masyarakat. (lam)

