Tol Surabaya–Gempol Tembus 59,62 Persen, Proyek Peningkatan Kapasitas Lampaui Target dan Dikebut Rampung Mei 2026

Surabaya, MercuryFM – PT Jasamarga Transjawa Tol (JTT) mencatat progres positif dalam proyek peningkatan kapasitas lajur Ruas Tol Surabaya–Gempol segmen Kejapanan–Gempol (KM 769+450–KM 772+650). Hingga minggu ke-25 pelaksanaan pada periode 16–22 Februari 2026, progres kumulatif pekerjaan telah mencapai 59,62 persen, melampaui target rencana sebesar 58,82 persen atau deviasi positif +0,799 persen.

Senior Manager Representative Office 3 Tol Surabaya–Gempol, Agus Susilo, mengatakan capaian tersebut merupakan hasil koordinasi intensif serta pengendalian pekerjaan yang konsisten di lapangan.

“Kami memastikan setiap tahapan pekerjaan berjalan sesuai spesifikasi teknis dan jadwal yang telah direncanakan. Meskipun terdapat tantangan seperti pengaturan manajemen lalu lintas, kondisi cuaca yang dinamis, serta keterbatasan ruang kerja, tim proyek tetap menjaga produktivitas dengan tetap mengutamakan keselamatan dan kelancaran lalu lintas,” ujar Agus, Senin (23/2/2026).

Adapun lingkup pekerjaan meliputi pembangunan perkerasan beton, lapisan pondasi agregat, sistem drainase, struktur jembatan, konstruksi pelat di atas tiang (pile slab), hingga pemasangan rambu dan marka jalan. Saat ini, pekerjaan struktural seperti pemancangan, pembangunan kepala tiang (pile cap), serta pemasangan pile slab telah memasuki tahap lanjutan.
Proyek yang dimulai sejak 1 September 2025 ini memiliki durasi pelaksanaan 270 hari kalender dan ditargetkan selesai pada Mei 2026.

Vice President Corporate Secretary & Legal PT Jasamarga Transjawa Tol, Ria Marlinda Paallo, menegaskan bahwa proyek ini merupakan bagian dari strategi perusahaan dalam memperkuat konektivitas regional di Jawa Timur.

“Peningkatan kapasitas lajur ini tidak hanya berfokus pada penambahan ruang lalu lintas, tetapi juga pada peningkatan kualitas layanan secara menyeluruh. Kami berkomitmen menghadirkan infrastruktur yang andal, aman, dan berkelanjutan guna mendukung pertumbuhan ekonomi serta mobilitas masyarakat,” jelas Ria.

Ia menambahkan, pengendalian mutu pekerjaan dan penerapan aspek Health, Safety, Environment (HSE) menjadi perhatian utama selama proses konstruksi. Pengawasan kualitas material, inspeksi rutin, serta pengamanan area kerja dilakukan secara ketat untuk memastikan hasil pembangunan memenuhi standar sekaligus menjamin keselamatan pekerja dan pengguna jalan.

JTT juga menyampaikan permohonan maaf atas potensi ketidaknyamanan selama pekerjaan berlangsung serta mengimbau pengguna jalan untuk tetap berhati-hati, mematuhi rambu lalu lintas, dan mengikuti arahan petugas di sekitar lokasi proyek.

Proyek ini diharapkan mampu mengantisipasi pertumbuhan volume kendaraan di wilayah Jawa Timur sekaligus meningkatkan kenyamanan dan keselamatan pengguna Jalan Tol Surabaya–Gempol. (lam)

Next Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Advertisement

Visual Radio

Add New Playlist