Puluhan mahasiswa asing belajar daur ulang limbah di YPPI-1 Surabaya

Surabaya, MercuryFM – Sekolah YPPI-1 Surabaya membuka ruang perjumpaan lintas budaya melalui seni, kreativitas, dan kepedulian lingkungan dalam kunjungan peserta CommTECH Camp Insight 2026. Sebanyak 46 mahasiswa dan dosen asing dari 29 universitas di 10 negara hadir dan terlibat langsung dalam pengolahan limbah menjadi karya bernilai.

Sekolah YPPI-1 menghadirkan pengalaman berbeda dengan mengolah limbah Batik Gedi menjadi lilin aroma terapi, serta memanfaatkan daun dan ranting menjadi karya seni ramah lingkungan. Kegiatan ini sejalan dengan motto YPPI School for Life yang menanamkan kesadaran ekologis melalui pembelajaran kontekstual.

Peserta diajak menyentuh langsung proses transformasi limbah. Lilin sisa batik tidak hanya dimanfaatkan kembali untuk mencanting kain, tetapi juga diuji secara ekologis dengan media enceng gondok. Limbah malam yang semula bersifat basa menjadi netral setelah proses tersebut, sehingga aman dibuang tanpa mencemari lingkungan.

Kepala Sekolah YPPI-1 Surabaya Titris Hariyanti Utami menjelaskan, bahwa pengelolaan limbah berbasis kreativitas telah menjadi program unggulan sekolah.

“Kami punya tiga core utama, yaitu Rumah Karya, Entrepreneur Class, dan Pendidikan Lingkungan. Lingkungan sekolah kami jadikan sumber belajar dan sumber karya. Anak-anak tidak sekadar belajar teori, tapi menghasilkan produk nyata,” ujarnya.

Selain limbah batik, daun Gedi juga diolah menjadi produk pangan kreatif yang disajikan kepada para tamu internasional, di antaranya Siomay Gedi, Nasi Bakar Gedi, G-Stick, serta minuman G-Fit berbahan mengkudu. Disediakan pula minuman sinom dari tanaman yang dibudidayakan di greenhouse sekolah.

Salah satu peserta asal Malaysia, Elisa, mengaku terkesan dengan konsep pembelajaran di luar kelas yang diterapkan sekolah.

“Program ini sangat menarik dan bermanfaat, karena siswa tidak hanya belajar di kelas, tetapi berbagi pengetahuan lewat praktik langsung. Persiapannya sangat matang dan penuh makna budaya,” ujarnya.

Peserta lainnya juga mengapresiasi pertukaran budaya melalui seni, termasuk kegiatan wood burning dan pertunjukan tari tradisional yang ditampilkan siswa.

Melalui kolaborasi seni, pendidikan lingkungan, dan tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs), Sekolah YPPI-1 Surabaya menunjukkan bahwa dari limbah sederhana dapat lahir karya kreatif yang bernilai budaya, ekonomi, dan ekologis. (lam)

Next Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Advertisement

Visual Radio

Add New Playlist