Surabaya, MercuryFM – Aktivitas literasi di SMP Negeri 60 Kota Surabaya pada Rabu (28/1/2026) pagi mendadak mencekam. Plafon di salah satu ruang kelas lantai tiga runtuh akibat terjangan angin kencang. Meski sempat menimbulkan kepanikan, Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Surabaya memastikan tidak ada korban jiwa maupun luka dalam insiden tersebut.
Kronologi Kejadian
Insiden terjadi sekitar pukul 07.00 WIB saat siswa kelas VII E baru saja memulai kegiatan belajar. Kepala Bidang Sarana dan Prasarana (Sarpras) Dispendik Surabaya, Ahmad Syahroni, menjelaskan bahwa tekanan angin yang tinggi di lantai tiga menjadi pemicu utama.
”Setelah kami cek, ada celah angin masuk ke atas plafon sehingga menekan material ke bawah. Ditambah lagi, material plafon dari gypsum ini sudah cukup lama sehingga rapuh,” ujar Syahroni saat meninjau lokasi.
Penanganan Trauma Siswa
Meskipun tidak ada siswa yang tertimpa material secara langsung, guncangan mental akibat kejadian mendadak tersebut menjadi perhatian serius pemerintah kota. Sebanyak 32 siswa kelas VII E segera dievakuasi.
Pemkot Surabaya menerjunkan tim gabungan untuk memberikan pertolongan:
DP5APPKB & Psikolog: Memberikan pendampingan trauma healing bagi siswa yang syok.
Puskesmas: Memastikan kondisi kesehatan fisik siswa di lokasi.BPBD Surabaya: Disiagakan di sekolah untuk mengantisipasi potensi cuaca ekstrem susulan.
Langkah Perbaikan dan Relokasi Belajar
Untuk menjamin kegiatan belajar mengajar (KBM) tetap berjalan, pihak sekolah telah memindahkan siswa kelas VII E dan kelas di sebelahnya ke ruang laboratorium dan perpustakaan.
Dispendik juga bergerak cepat melakukan pembersihan puing dan menjadwalkan perbaikan total. Syahroni menegaskan bahwa material plafon akan diganti dari gypsum yang berat ke material yang lebih ringan dan aman.
”Kondisi struktur besinya sebenarnya masih lurus dan tidak bocor. Namun, ke depan akan kami ganti dengan bahan triplek yang lebih ringan, serupa dengan kelas-kelas lain yang sudah direnovasi lebih dulu,” pungkasnya. (lam)

