Influenza A H3N2 Subclade K di Jatim tak berbahaya, warga diminta tetap waspada

Surabaya, MercuryFM – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memastikan penyebaran virus influenza A (H3N2) subclade K di Jawa Timur masih dalam kondisi terkendali. Masyarakat diminta tidak panik, namun tetap meningkatkan kewaspadaan dengan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat.

Khofifah menyampaikan, berdasarkan hasil surveilans dan pemeriksaan laboratorium rujukan Kementerian Kesehatan RI hingga akhir 2025, influenza A (H3N2) subclade K tidak menunjukkan peningkatan tingkat keparahan dibandingkan varian influenza lainnya

“Kami ingin menegaskan kepada masyarakat bahwa virus influenza A (H3N2) subclade K tidak berbahaya dan tidak mematikan. Di Jawa Timur, kondisi ini masih terkendali dengan baik,” kata Khofifah di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Senin (01/01/2025).

Secara nasional, tercatat 62 kasus influenza A (H3N2) subclade K di delapan provinsi, termasuk Jawa Timur. Di Jatim sendiri, hasil pemeriksaan menunjukkan terdapat 18 kasus positif dengan waktu pengambilan spesimen pada periode September hingga November 2025. Mayoritas kasus ditemukan pada kelompok usia anak dan remaja, dengan proporsi yang seimbang antara laki-laki dan perempuan.

Pemantauan dilakukan melalui sentinel Influenza Like Illness (ILI) di Puskesmas Dinoyo Kota Malang dan Severe Acute Respiratory Infection (SARI) di RSUD dr. Saiful Anwar Kota Malang. Seluruh spesimen diperiksa di Balai Besar Laboratorium Kesehatan Masyarakat Surabaya dan dilanjutkan dengan Whole Genome Sequencing di laboratorium rujukan nasional.

Khofifah menegaskan, Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus memperkuat kewaspadaan dini melalui pemantauan kasus ISPA di seluruh fasilitas kesehatan, koordinasi intensif dengan Kemenkes RI, serta pemantauan Sistem Kewaspadaan Dini dan Respon (SKDR).

Selain itu, edukasi kepada masyarakat terkait etika batuk, penggunaan masker di ruang tertutup dan kerumunan, serta penerapan PHBS terus digencarkan. Vaksin influenza juga dianjurkan bagi kelompok berisiko seperti balita dan individu dengan daya tahan tubuh rendah.
“Ke depan, kami akan menerbitkan Surat Edaran kewaspadaan ISPA sebagai bagian dari upaya pencegahan tanpa menimbulkan kepanikan,” pungkas Khofifah. (lam)

Next Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Advertisement

Visual Radio

Add New Playlist