Surabaya, MercuryFM – Pemerintah Kota Surabaya kembali menggelar fit and proper test untuk pengisian Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPT) dengan konsep manajemen talenta. Uji kelayakan berlangsung di Ruang Sidang Wali Kota, Senin (1/12/2025).
Satu nama menarik perhatian dalam seleksi Kepala Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman dan Pertanahan (DPRKPP): Adi Gunita, yang saat ini menjabat sebagai Kepala Bidang Jalan dan Jembatan Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Surabaya.
Dalam paparannya, Adi menawarkan terobosan bertajuk Transformasi Perumahan dan Permukiman Surabaya Menuju Kota Layak Huni, Inklusif, dan Berbasis Inovasi Digital. Ia menekankan bahwa pembangunan Surabaya tidak boleh hanya mengejar fisik, tetapi benar-benar dirasakan manfaatnya oleh warga.
“Kita ingin kota yang maju tanpa meninggalkan siapa pun. Transformasi digital dan big data akan memperkuat perencanaan dan intervensi di lapangan secara lebih tepat sasaran,” tegas Adi.
Dua isu urgensi kota
Adi mengidentifikasi dua tantangan utama yang harus dituntaskan:
Permukiman dan perumahan prioritas
Rutilahu, kawasan kumuh ringan, hingga permukiman liar (squatter).
Kualitas tata ruang kota
RDTR-PZ, RTBL, serta penataan reklame berbasis estetika kota.
Strategi berbasis teknologi dan kolaborasi
Untuk itu Adi membawa lima strategi utama:
1. Inovasi penanganan kawasan yang meningkatkan kualitas hidup dan ekonomi warga
2. Pendataan real-time berbasis teknologi informasi, menuju One Map One Policy
3. Percepatan dokumen tata ruang selaras RTRW Surabaya 2025–2045
4. Kolaborasi multi-stakeholder: pemerintah–masyarakat–swasta–akademisi
5. Transformasi digital dan big data untuk smart governance
Adi juga menekankan konsep place making dengan memperkuat identitas kampung, seperti Kampung Pancasila dan kampung tematik, agar perbaikan lingkungan berjalan berdampingan dengan pemberdayaan ekonomi.
Optimistis Surabaya semakin kompetitif
Adi menilai DPRKPP harus menjadi motor penggerak kota modern berbasis data.
“Dengan sistem digital yang kuat, analisa kebijakan lebih akurat. Setiap rupiah anggaran punya dampak yang jelas untuk warga,” tambahnya.
Fit and proper test ini menjadi momentum bagi Pemkot Surabaya melahirkan pemimpin baru di sektor perumahan dan permukiman — sektor yang sangat menentukan kualitas kehidupan warga di masa depan.
Surabaya harus terus melaju. Dan inovasi, menurut Adi, adalah bahan bakar utamanya. (lam)

