Surabaya, MercuryFM – Konferensi Puncak Pendidikan Tinggi Indonesia (KPPTI) atau Indonesia Higher Education Summit 2025 resmi dibuka Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto di Graha Unesa, Rabu (19/11). Sekitar 2.000 delegasi dari ratusan kampus se-Indonesia hadir dalam agenda nasional bertema “Kampus Berdampak: Konsolidasi dan Penguatan Ekosistem Pendidikan Tinggi Menuju Indonesia Emas 2045.”
Dalam sambutannya, Brian menegaskan bahwa KPPTI bukan seremonial, melainkan forum konsolidasi nasional yang mengarahkan perguruan tinggi menjadi motor pertumbuhan ekonomi. Ia mencontohkan California, Tokyo, Beijing, hingga Shanghai—kota-kota yang maju berkat keberadaan universitas kelas dunia yang mendorong inovasi dan industri.
Menurutnya, kampus tak cukup hanya produktif menghasilkan paper, tetapi harus melahirkan inovasi yang menjawab kebutuhan masyarakat dan industri. Pemerintah telah menyiapkan delapan program riset strategis, meliputi: pangan, kesehatan, energi, hilirisasi-industri, digitalisasi–AI–semikonduktor, material–manufaktur maju, pertahanan, dan maritim.
Brian menekankan pentingnya laboratorium, pusat riset, dan fakultas menjadi simpul inovasi yang terhubung langsung dengan industri serta pemerintah daerah. KPPTI diharapkan menjadi ruang memperkuat kolaborasi tersebut.
Dukungan penguatan pendidikan tinggi juga datang dari legislatif. Wakil Ketua Komisi X DPR RI Lalu Hadrian Irfani menyebut anggaran pendidikan terus meningkat sebagai bentuk komitmen pemerintah terhadap pengembangan SDM. Ia menekankan pentingnya ketepatan sasaran dan dampak nyata dari setiap alokasi anggaran.
Sementara itu, Dirjen Dikti Khairul Munadi menambahkan bahwa tantangan pendidikan tinggi kini bukan hanya soal mutu, tetapi kekokohan ekosistem. Karena itu, kolaborasi antara kampus, pemerintah pusat dan daerah, industri, profesi, diaspora, dan masyarakat menjadi kunci percepatan transformasi.
KPPTI 2025 diharapkan menjadi titik awal percepatan inovasi, penguatan SDM, dan lahirnya klaster-klaster pertumbuhan ekonomi baru dari kampus di seluruh Indonesia. (lam)

