Surabaya, MercuryFM – Dua siswa Sekolah Ciputra Surabaya, Nakita Aditti Jagadhita dan Keanu Rayya Abichandra, berhasil mencatatkan prestasi membanggakan sebagai delegasi resmi Indonesia dalam ajang internasional “Andong International Mask Dance Festival & Competition 2025” yang diselenggarakan di Kota Andong, Provinsi Gyeongsangbuk-do, Korea Selatan.
Festival budaya dunia ini berlangsung di area bersejarah Hahoe Village, yang juga merupakan salah satu situs warisan budaya UNESCO, dan dikenal sebagai pusat seni tari topeng tradisional Korea.
Dalam kesempatan ini, Nakita tampil sebagai solo performance singer, menampilkan pesona dan kemampuan vokal yang memukau penonton internasional.
Sementara itu, Keanu mendapat kehormatan istimewa sebagai pembawa bendera Indonesia — tidak hanya pada parade pembukaan, tetapi juga dalam penampilan kelompok tari (dance group) yang mewakili Indonesia di panggung utama festival.
Meskipun belum meraih penghargaan baik secara individu maupun kelompok, keikutsertaan Nakita dan Keanu sudah merupakan pencapaian besar dan kebanggaan tersendiri bagi Sekolah Ciputra dan Indonesia.
Pasalnya, proses seleksi untuk menjadi delegasi tidaklah mudah. Mereka harus melalui tahapan seleksi berlapis mulai dari yayasan pengampu seni dan budaya nasional, dilanjutkan dengan penilaian dari kementerian terkait, sebelum akhirnya dikirimkan ke panitia festival di Korea.
Dari ratusan peserta di seluruh dunia, hanya beberapa yang berhasil lolos. Dan Nakita serta Keanu termasuk di antaranya.
Keberangkatan mereka tidak hanya membawa nama Sekolah Ciputra, tetapi juga mengharumkan nama Surabaya di kancah internasional. Keduanya mengaku bangga dapat memperkenalkan semangat dan karakter anak Indonesia di panggung dunia.
“Rasanya luar biasa bisa tampil di luar negeri, di antara banyak peserta dari negara lain. Ini pengalaman berharga dan memotivasi saya untuk terus berkembang di dunia musik,” ujar Nakita dengan senyum bangga.
“Saya senang sekali bisa membawa bendera Indonesia, bukan hanya saat parade tapi juga saat tampil bersama tim tari. Rasanya seperti benar-benar mewakili negara sendiri,” tambah Keanu.
Penampilan Nakita yang memukau bahkan menarik perhatian juri dan panitia festival. Berbuah di terimanya undangan khusus untuk tampil dalam festival musik klasik di Inggris pada tahun 2026, sebagai bentuk apresiasi atas kualitas vokal dan penampilannya yang mempesona di Andong.
Sementara itu, Keanu juga mendapatkan rekomendasi untuk mengirimkan profilnya dalam kegiatan budaya internasional berikutnya.
Sementara itu Cici, orang tua Nakita dan Keanu menyampaikan apresiasi tinggi terhadap prestasi kedua putra-putrinya tersebut.
“Kami sebagai orang tua sangat bangga kepada Nakita dan Keanu. Mereka tidak hanya tampil dengan penuh percaya diri, tetapi juga membawa semangat Indonesia ke kancah global. Semoga ini menjadi motivasi mereka dan juga bisa menginspirasi yang lain, bahwa anak-anak Surabaya mampu bersaing di panggung dunia,” ujarnya.
Andong International Mask Dance Festival sendiri dikenal sebagai simbol persahabatan antarbangsa melalui seni.
Tahun ini merupakan penyelenggaraan ke-29 dari festival tersebut, yang sejak pertama kali digelar pada 1997 telah menjadi salah satu ajang budaya paling bergengsi di Asia.
Setiap tahunnya, ratusan penari, musisi, dan seniman dari lebih dari 40 negara berkumpul di Andong untuk merayakan keberagaman seni dan warisan budaya dunia. (ari)

