Surabaya, MercuryFM – Bahas kolaborasi dukungan kepada Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), pengurus Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (HIPPI) DPD Jatim lakkan audensi dan betemu dengan Fraksi Golkar DPRD Jatim.
Bertempat di Ruang Fraksi, rombongan HIPPI Jatim yang dipimpin Dr. H. Imam Muhajirin Elfahmi atau yang akrab disapa Coach Fahmi selaku Ketua Umum DPD HIPPI Jatim periode 2025–2030 bersama jajaran pengurus, diterima Ketua Fraksi Golkar DPRD Jatim
Pranaya Yudha Mahardika yang juga anggota Komisi C didampingi Freddy Poernomo anggota Fraksi Golkar yang duduk di Komisi A DPRD Jatim.
Ketua Fraksi Golkar Pranaya Yudha Mahardika mengatakan, kedatangan mereka untuk meselaraskan program mereka dengan Pemerintah Provinsi Jatim. Mengingat HIPPI juga tengah melakukan restrukturisasi/repositioning organisasi agar sejalan dengan program pemerintah.
“Ini tadi pertemuan dari HIPPI Jatim. tadi memang ada semacam restrukturisasi keorganisasian. Artinya repositioning. Sekarang sudah lebih fokus kepada mengikuti program-program dari pemerintah pusat. Nah, kalau di Jawa Timur tentunya mengikuti apa yang menjadi visi-misi gubernur Jawa Timur,” ujar Yudha.
Dalam pertemuan tersebut kata Yudha, pihaknya juga menyampaikan program andalan Pemprov seperti Program Kredit Sejahtera (Prokesra) yang dititipkan di Bank UMKM Jatim.
“Tadi kami sampaikan beberapa program andalan yang ada di Jatim. Salah satunya Prokesra yang kita memang titipkan di Bank UMKM. Sehingga berbagai program itu agar bisa disosialisasikan ke seluruh anggota HIPPI supaya bisa membawa manfaat untuk anggota HIPPI yang ada di Jawa Timur,” jelas Yudha.
Menurut Yudha, pembahasan akan ditindaklanjuti pada rapat kerja HIPPI di Surabaya dalam waktu dekat. Fraksi Golkar siap memfasilitasi narasumber kompeten untuk sosialisasi program ke 38 kabupaten/kota.
“Saya yakin pasti pengusaha di HIPPI ini kan berbagai skala. Ada yang sudah top, ada yang masih baru levelnya, masih di mikro misalnya. Nah, itu tentunya akan banyak bermanfaat,” katanya.
Sementara itu, Coach Fahmi menyampaikan, HIPPI akan berusia 50 tahun pada 2026 dan ingin tetap selaras dengan program pemerintah.
“Kita ingin selalu selaras dengan program-program pemerintah, karena itu kami kemarin mengirim 55 surat permohonan audiensi dengan semua dinas, dengan Gubernur, Kadin, dan berbagai stakeholder pembangunan,” ujarnya.
Fahmi menambahkan bahwa pertemuan ini bagian dari rangkaian audiensi, di mana HIPPI telah mengunjungi dua fraksi DPRD untuk mendapatkan arahan.
Ia juga menekankan tema HIPPI Jatim ‘Jawa Timur Makmur melalui UKM Menjamur’ sejalan dengan gagasan Jatim sebagai gerbang baru Nusantara.
“Saya kira hari ini kita sudah mengunjungi dua fraksi dan mendapatkan banyak sekali arahan supaya gerakan kami di 38 kabupaten kota selaras dengan yang diinginkan oleh pemerintah. Jadi salah satunya misalnya program-program yang bisa diakses oleh usaha kecil dalam rangka permodalan tadi Prokesra,” paparnya.
Fahmi berharap kolaborasi ini memberikan afirmasi bagi pengusaha pribumi, terutama UMKM yang sering terjepit oleh pemain besar.
“Ya, tentu kan selama ini pengusaha pribumi khususnya UMKM kan selalu terjepit pemain-pemain besar. Maka kita dengan mendekat kepada pemerintah ya, harapannya mereka dapat afirmasi artinya perlindungan, prioritas seperti permodalan akses pasar,” pungkasnya. (Ari)

