Fraksi Demokrat-PPP-NasDem minta Bank Jatim beber skema rencana hutang Pemkot Surabaya

Surabaya, MercuryFM – Fraksi Demokrat–PPP-NasDem dalam Rapat Paripurna pembahasan Perubahan APBD Surabaya 2025 yang berlangsung pada Kamis (14/08/2025) menekankan, bahwa setiap perubahan mata anggaran harus berlandaskan prinsip urgensitas dan prioritas untuk kemaslahatan publik.

Imam Syafi’i Wakil Ketua Fraksi Demokrat-PPP-Nasdem menegaskan supaya pelaksanaan P-APBD dilakukan dengam pengawasan ketat, transparan, akuntabel, serta sesuai dengan persyaratan dan alokasi yang telah ditentukan.

Dia juga berharap perubahan APBD tahun ini tetap merujuk pada hasil pembangunan daerah yang dapat meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan memberi manfaat langsung bagi masyarakat.

Fraksi Demokrat-PPP-Nasdem juga menyoroti rencana Pemkot Surabaya melakukan pinjaman sebesar Rp 452 milyar kepada Bank Jatim dengan estimasi total pembayaran bunga mencapai Rp 503 milyar.

Imam menegaskan, skema ini harus benar-benar sesuai kesepakatan antara Pemkot dan DPRD.

“Kami berterima kasih kepada pimpinan DPRD Surabaya yang memberikan ruang diskusi intens antara Tim Anggaran DPRD dan TAPD Pemkot sebelum menyetujui pinjaman setengah triliun rupiah ini, bahkan dengan menghadirkan ahli hukum dari Kementerian Dalam Negeri dan Kementerian Keuangan. Ini adalah bentuk kehati-hatian kami,” tegas Imam.

Anggota Komisi D tersebut kembali menegaskan, Fraksinya meminta agar Direksi Bank Jatim dihadirkan untuk berdialog langsung dengan Badan Anggaran DPRD demi memastikan detail akad pinjaman, mulai dari waktu pencairan, bunga, hingga skema pembayaran.

Imam mempertanyakan kepastian angka bunga, apakah sesuai klaim Pemkot di kisaran 5–11 persen atau justru lebih tinggi hingga 14 persen.

“Kami tidak ingin pinjaman belum cair, tetapi kontrak pekerjaan yang dibiayai sudah berjalan. Atau sebaliknya, pinjaman cair tapi kontraknya belum siap,” ujarnya.

Dalam pembahasan, Demokrat-PPP- NasDem mengapresiasi langkah Wali Kota yang mengembalikan anggaran bedah rumah sebesar Rp16 miliar, setelah sempat dikurangi. Dana tersebut setara pembiayaan 457 unit rumah, masing-masing senilai Rp35 juta.

Imam Syafi’i juga menyoroti proyek pelebaran Jalan Wiyung dari Perumahan Wisata bukit mas hingga Lembah harapan yang mendapat suntikan dana Rp130 miliar dari rencana pinjaman. Imam menegaskan pihaknya akan mengawal penyerapan anggaran agar proyek selesai tepat waktu pada akhir tahun ini.

Mengakhiri pemandangan umum, Imam mengutip kaidah usul fiqh “Tasharruful imamah ‘ala ra’iyyah manuthun bil-mashlahah,” yang berarti setiap kebijakan pemimpin harus berlandaskan kemaslahatan rakyat.

Menjelang HUT ke-80 RI, ia menyelipkan gurauan politis, berharap anggota dewan “merdeka” dari banjir proposal 17 Agustusan, dan insan pers tetap merdeka menjalankan fungsi kontrol sosial.

“Semoga kita semua betul-betul merdeka, dan kebijakan yang kita ambil benar-benar untuk kemaslahatan masyarakat Kota Surabaya,” pungkas Imam. (lam)

Next Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Advertisement

Visual Radio

Add New Playlist