Surabaya, MercuryFM – Big match Persebaya vs Arema yang berlangsung di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) pada tanggal 7 Desember 2024 lalu, mendapat sorotan legislator DPRD Surabaya. Terutama pengamanan yang tidak profesional.
Anggota Komisi B DPRD Surabaya Budi Leksono, membeberkan pengalaman yang tidak mengenakkan, saat menyaksikan langsung pertandingan tersebut di Stadion GBT bersama istrinya.
“Saat masuk stadion saya dan istri saya digeledah oleh petugas pengamanan. Termasuk tas istri saya. Ketika mendapati rokok masih tersegel milik saya didalam tas istri saya, petugas pengamanan terlihat senang dan langsung mengambil rokok tersebut,” ujarnya.
Politisi PDIP yang menjabat Ketua Fraksi PDIP-PAN DPRD Surabaya tersebut kembali mengatakan, saat akan meninggalkan stadion, usai menonton pertandingan, dirinya kembali mendatangi tempat pemeriksaan untuk menanyakan keberadaan rokoknya yang diamankan.
“Oleh petugas pengamanan dibilang habis. Saya kemudian bertanya kemana banyaknya rokok hasil sitaan yang dimasukkan dimasukkan didalam tas plastik itu. Habis dijual apa dikonsumsi,” jelasnya.
Budi yang akrab di sapa Bulek itu menyayangkan peristiwa tersebut. Dia menilai petugas pengamanan tidak profesional.
“Ini bukan nilai dari rokoknya. Melainkan profesionalisme dan tanggung jawab terhadap barang milik penonton yang diamankan. Karenanya saya minta pihak panpel pertandingan atau manajemen atau pihak-pihak terkait melakukan evaluasi,” tegasnya.
Menurut Bulek kalau memang ada larangan tidak boleh merokok didalam stadion, dia menyaksikan banyak penonton yang merokok didalam stadion.
Selain itu Bulek juga menyoroti minimnya lahan parkir. Seharusnya pihak penyelenggara sudah menyiapkan kapasitas lahan parkir menyesuaikan kondisi pertandingan.
“Ini pertandingan big match sarat emosional. Yang pastinya akan banyak supporter yang datang ke stadion. Seharusnya tempat parkirnya memadai,” imbuhnya.
Keberadaan penjual makanan dan minuman didalam stadion juga tidak luput dari sorotan Bulek.
“Jumlahnya kurang. Saat saya berniat beli minum mendapati antrean yang luar biasa panjang. Makanya saya tidak jadi beli,” ujarnya.
Bulek membandingkan ketika dirinya menyaksikan pertandingan sepak bola di luar negeri. Yang semuanya tertata rapi infrastruktur. Sehingga penonton merasa nyaman dan aman saat berada didalam stadion.(Lam)

