Sambut Jatim Gerbang Baru Nusantara, Fraksi Golkar DPRD Jatim dorong pembentukan BUMD Pangan

Surabaya, MercuryFM – Dukung visi Cagub dan Cawagub Jatim terpilih, Khofifah Indar Parawansa – Emil Elestianto Dardak di Pilgub Jatim 27 November 2024, yakni menjadikan Jatim sebagai Gerbang Baru Nusantara nampaknya, langsung direspon Partai Golkar sebagai salah satu Parpol pengusungnya.

Melalui Fraksi Golkar DPRD Jatim, mereka mendesak agar Pemprov Jatim menginisiasi segera membentuk BUMD Pangan untuk merealisasikan visi tersebut.

Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Jatim, Pranaya Yudha Mahardika mengatakan bahwa keberadaan BUMD Pangan sangat dibutuhkan Pemprov Jatim untuk memperkuat posisi Jatim sebagai lumbung pangan nasional yang juga sejalan dengan program ketahanan pangan pemerintah pusat.

Bahkan keberadaan BUMD pangan lanjutnya merupakan langkah nyata mewujudkan Jatim sebagai Gerbang Baru Nusantara.

“Sebagaimana kita ketahui bersama, IKN secara geografis itu paling dekat dengan Jatim. Namun IKN tidak memiliki lumbung pangan karena IKN tidak memiliki sawah. Mereka hanya memiliki sawit dan batubara. Kedepan kebutuhan pangan IKN akan semakin besar, sehingga keberadaan BUMD Pangan nantinya bukan hanya mensuplai kebutuhan pangan masyarakat Jatim tetapi juga mensuplai kebutuhan IKN,” ujarnya.

Diakui Pranaya, kebutuhan pangan untuk wilayah Indonesia bagian Timur selama ini penyuplai terbesar berasal dari Jatim. Oleh karena itu keberadaan BUMD Pangan juga sangat penting untuk menjaga stabilitas harga pangan di Jatim agar tak terjadi inflasi akibat produksi komoditi pangannya lebih banyak yang dibawa ke luar Jatim, sehingga warga Jatim justru kekurangan.

“Di era pasar bebas seperti sekarang peran pemerintah sangat dibutuhkan karena pengusaha cenderung mengambil keuntungan sebesar-besarnya untuk kepentingan pribadi tanpa memikirkan masyarakat akan menjadi menjadi korban permainan kartel pangan,” tegas pria yang juga Ketua DPD AMPG Jatim ini.

Pertimbangan lainnya, kata anggota Komisi C DPRD Jatim mulai tahun depan, program makan siang bergizi gratis akan diberlakukan pemerintahan Prabowo-Gibran, sehingga membutuhkan support dari Pemprov Jatim agar program tersebut bisa berjalan dengan baik di Jatim.

“Disitu juga ada potensi perekonomian yang nilainya triliunan rupiah, maka keberadaan BUMD Pangan Jatim diharapkan bisa menjadi alternatif menjaga suplay kebutuhan pangan Jatim maupun untuk program makan siang bergizi gratis tercukupi dengan baik. Dan ujungnya tentu potensi sumber PAD Pemprov Jatim bertambah,” jelasnya.

Terkait mekanisme pembentukan BUMD Pangan, Pranaya memberikan solutif yang bisa dipilih Pemprov Jatim. Pertama, dengan membentuk BUMD baru melalui Perda. Kedua, merevisi Perda BUMD yang sudah ada dengan core bisnis mendekati BUMD Pangan untuk dilakukan spin off.

“BUMD Jatim yang mendekati kriteria BUMD Pangan adalah Puspa Agro. Kalau kita spin off dari PT JGU (Jatim Graha Utama) kemudian kita suntik modal untuk mensuplai kebutuhan pangan Jatim dan IKN. Fasilitas pendukung seperti gudang, cool storage maupun lahan yang luas juga sudah dimiliki Puspa Agro, tinggal sarana dan prasarana lain yang perlu dibenahi sehingga arus barang dari dan menuju Puspa Agro semakin lancar,” beber Pranaya

“Inisiasi pembentukan BUMD Pangan ini sudah menjadi rekomendasi Fraksi Partai Golkar saat pembahasan Perda APBD Jatim 2025 kemarin. Ini harus direalisasikan, agar jangan sampai kita hanya menjadi penonton di wilayah sumber lumbung pangan nasional ini,” lanjutnya mempertegas.(ari)

Next Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Advertisement

Visual Radio

Add New Playlist