Surabaya, MercuryFM – Komisi C DPRD Surabaya menggelar rapat dengar pendapat, menyusul aduan warga Kalirungkut dan Penjaringansari yang khawatir banjir karena dampak pembangunan rumah sakit Surabaya Timur.
“Namun sampai saat ini belum dibangun, padahal sudah memasuki musim penghujan. Warga meminta seharusnya pembangunan drainase itu diprioritaskan sebelum membangun rumah sakit,” jelasnya.
Aning menambahkan, kemudian keresahan warga Penjaringansari akan dampak banjir karena pembangunan jembatan penghubung sungai antara rumah sakit dan Penjaringansari.
“Jembatan itu dibangun diketinggian 70 cm diatas nol jalan. Ketika hujan sudah terjadi genangan. Akhirnya masyarakat melihat dari situ, di cek ternyata ada beberapa saluran yang tertutup,” terangnya.
Aning mengatakan, nantinya akan dibuatkan saluran sisi utara tepi jembatan, supaya air tidak masuk ke pemukiman. Sedangkan untuk pembuatan saluran drainase untuk warga Kalirungkut juga segera dikerjakan oleh DSDABM(Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga) Pemkot Surabaya.
Aning juga mengatakan pembangunan 2 jembatan sesuai perencanaan. Namun masih terbangun 1. Jembatan ini penting untuk mengurai kemacetan lalu-lintas.
“Pembangunan sejumlah infrastruktur rumah sakit Surabaya Timur ini akan dikerjakan memasuki tahun 2025. Kita akan kawal supaya pembangunan ini sesuai jadwal,” pungkas Aning. (lam)

