Surabaya, MercuryFM – Sebanyak 7 Panelis akan di hadirkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jatim dalam debat perdana Cagub-Cawagub Jatim yang akan dilaksanakan hari ini, di Graha Unesa, Jumat (17/10/24). Komisioner KPU Jatim divisi Sosdiklih Parmas Nur Salam mengatakan, 7 panelis yang dihadirkan KPU dalam debat dari kalangan akademisi berbagai Universitas yang ada di Jatim.
“Tujuh panelis yang sudah ditentukan oleh KPU memiliki kualifikasi masing-masing,” ujar Salam saat memberikan penjelasan di Surabaya, Kamis (17/10/24).
Tujuh panelis yang mendapat mandat, Prof Dr Achmad Muhibbin Zuhri yang merupakan ahli pendidikan agama Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Sunan Ampel Surabaya, kemudian Prof Dr Drs Ec H Muhammad Syarif yang diketahui adalah ahli manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis UTM.
Selain itu, juga ada Adhitya Wardhono yang merupakan Ahli Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Jember, kemudian Dr Sasongko Budisusetyo, Ahli Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Hayam Wuruk Perbanas Surabaya.
Lalu, Ahmad Imron, Ahli Sosiologi Ekonomi dan Kelembagaan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Brawijaya. Kemudian dr Hidayatullah yang merupakan Ahli Kesehatan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Maarif Hasyim Latif Sidoarjo.
Serta, Dr. Rina Wahyu Setyaningrum, Ahli Pendidikan Bahasa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Malang.
Menurut Salam, pihaknya sengaja mengumumkan nama panelis ke publik sehari jelang ajang debat perdana. Tujuannya, agar para panelis fokus bekerja.
Meski begitu, ketiga paslon sudah diberikan informasi mengenai tema serta panelis yang bertugas pada tiga hari menjelang debat atau beberapa hari lalu.
“Tetapi tempat mereka bekerja untuk merumuskan pertanyaan untuk debat tidak kami sampaikan,” tegas Salam.
Dikatakan Salam, dalam debat nanti, akan mengambil tema Transformasi Sosial & Peningkatan Produktivitas Sumber Daya Lokal untuk Kesejahteraan Masyarakat Jawa Timur.
“Ada sejumlah subtema yang akan menjadi bahasan. Yakni daya saing dan nilai tambah ekonomi, pendidikan, kesehatan, demografi, kemiskinan dan kesenjangan. Lalu masyarakat digital, ketahanan sosial serta penguatan budaya dan identitas sosial,” jelasnya.
Sementara itu, ketiga pasangan calon dalam debat perdana nanti akan memakai pakaian adat khas Jawa Timur. Hal ini kata Salam sejalan dengan salah satu subtema debat yang diangkat yakni soal kebudayaan. Pakaian daerah dipasrahkan penuh kepada masing-masing pasangan calon.
Dalam debat masing-masing paslon diperkenankan membawa 150 pendukung.
“Masing-masing paslon akan mengenakan kostum adat Jawa Timur. Bebas menentukan masing-masing. Ini sejalan dengan salah satu sub tema. Dan pendukung yang ikut diarena akan kita batasi,” pungkas Salam. (ari)