Rumah UMKM : “Branding itu Penting”

Kesadaran pelaku UMKM, membangun brand kurang

Surabaya, MercuryFM – “Branding itu Penting” menjadi tema dalam talk show Rumah UMKM 96FM
Mercury, edisi Rabu (24/05/23), menghadirkan seorang Dito Crisdianto, Director of Brand +62 Creative &
Digital Collaboration. Bagi seorang Dito, penggunaan nama +62 Creative bukan tanpa alasan, ini
sebagai tanda akan kecintaannya kepada Indonesia. “Memang pengennya bikin yang berkaitan sama
Indonesia untuk brand-brandnya. Dan +62 lebih kepada semua kegiatan yang masuk ke dalam industri
kreatif,” kata Dito. Karena sekarang, kata Dito, eranya kreatif dan kreatif bisa masuk mana pun. “Asalkan
kita kreatif, kita akan bisa eksis. Bidang apa pun yang dibutuhkan adalah kreatif,” terang Director of
Brand +62 Creative & Digital Collaboration ini.

Karena untuk menularkan ide-ide kreaitf itulah, menurut Dito, dirinya mendirikan +62 Creative. “+62
sebetulnya isinya itu untuk menaikkan level. Bisa memberikan mentoring atau apa pun itu, untuk
brand-brand lokal, anak muda agar kedudukannya lebih naik. Bisa dibilang, ini adalah kepedulian
kepada brand-brand lokal,” kata Dito. Dan untuk Digital Collaboration sendiri, kata Dito, karena sekarang
memang eranya adalah digital dan dibutuhkan kolaborasi dengan anak-anak muda juga. “Untuk lebih
dekat dengan +62 Creative & Digital Collaboration, bisa dikepoin IG nya dengan alamat +62 official,”
terang Dito Crisdianto.

Di Rumah UMKM edisi “Branding itu Penting” dengan hadirnya Dito Crisdianto, Host Fredy Sambang
mengatakan, besar harapannya bisa memberikan pencerahan kepada teman-teman komunitas di Rumah
UMKM 96FM Mercury khususnya, dan kepada pelaku UMKM pada umumnya. Karena sejauh ini, kata
Fredy, banyak diantara pelaku UMKM sendiri aktif untuk menghasilkan suatu product, tetapi masih
banyak juga yang bingung mau dibawa kemana? Bisa dibilang, pokoke buat product, sudah. Menjawab
ini, Dito mengakui, selam ini memang banyak pelaku UMKM membuat suatu product karena yang
pertama, bisa membuat.

Kemudian yang kedua, seseorang bisa membuat sesuatu itu dan rame banyak pembeli, maka ditirulah
product itu. Pertimbangannya, dapat tambahan income saat ini. Selain itu, menurut Dito, masalah
pemberian nama pada product yang masih asal-asalan saja. “Para pelaku UMKM ini belum
mempertimbangkan membangun brand agar bisa bertahan lama itu bagaimana. Juga, tanpa
memperhitungkan bahwa kedepan, bisa menjadi lebih besar. Kurangnya kesadaran pelaku UMKM,
membangun brand,” terang Director of Brand +62 Creative & Digital Collaboration ini. Obrolan
lengkapnya bisa anda simak di chanel youtube radiomercury96. (Nla)

Next Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Advertisement

Visual Radio

Add New Playlist