Surabaya, MercuryFM – Ketua Komisi E DPRD Jatim, Wara Sundari Renny Pramana, melihat masih ada PR yang harus diselesaikan pasangan Khofifah-Emil di empat tahun kepemimpinannya sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Jatim.
“Dari sektor pendidikan dan pertanian meski ada keberhasilan yang dibanggakan, namun ada beberapa hal yang perlu dilakukan perbaikan,” ujar Wara Sundari Renny Pramana, Kamis (16/2/2023).
Beberapa hal.yang perku dievaluasi memasuki kepemimpinan Khofifah Emil di Jatim, kata Bunda Renny sapaan akrabnya, di sektor ekonomi, inflasi Jatim masih tinggi.
“Jawa Timur itu inflasinya masih tinggi dibandingkan daerah lain. Ini harus menjadi perhatian tim ekonomi Gubernur bagaimana caranya menekan inflasi,” ungkapnya.
Di sektor pendidikan, lanjut Bunda Renny, masih banyak keluhan dari wali murid dan siswa, terkait tarikan-tarikan pungutan yang memberatkan.
“Di lapangan banyak ditemui adanya PPDB yang tidak transparan, klise dari tahun ke tahun masalahnya selalu sama,” ucapnya
Tak hanya itu, kata dia, selama kepemimpinan Khofifah-Emil jumlah stunting di Jawa Timur masih tinggi.
“Angka stunting tak kunjung turun dan perlu kerja keras, kerja bersama dan kerja nyata. Untuk penanganan stunting tidak bida dilakukan di angan-angan atau awang-awang, tetapi harus ada program yang bisa dilakukan dari atas sampai pelosok desa. Ini yang belum terlihat upaya serius penangananya di era Gubernur Khofifah,” jelasnya.
Khusus untuk penanganan stunting, Politisi PDI Perjuangan ini membandingkan dengan Provinsi Jawa Tengah yang berhasil menurunkan jumlah stunting di wilayahnya.
“Di Jawa Tengah ada tag line Program Jateng _gayeng nginceng wong meteng berhasil menurunkan angka stunting. Implementasinya Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) bersama RT/RW melakukan pengamatan, memantau kondisi kesehatan hingga memperhatikan konsumsi gizi ibu hamil di 4 fase di antaranya fase pra hamil, fase hamil, fase persalinan dan fase nifas,” urainya.
Jika Jawa Timur, sambungnya, melakukan tahapan-tahapan tersebut seperti yang dilakukan propinsi Jawa Tengah, pihaknya optimis angka stunting di Jawa Timur akan menurun.
Sementara itu, ketika disinggung keberhasilan pasangan Khofifah-Emil dalam empat tahun ini, Bendahara PDI Perjuangan Jatim ini mengatakan sektor pendidikan Jawa Timur masih berhasil menjadi juara Kompetisi Sains Madrasah (KSM), juara umum Olimpiade Penelitian (OPSI) dan juara umum untuk disabilitas.
“Ini merupakan sebuah prestasi yang tentunya diperlukan perjuangan yang luar biasa,” ujarmya.
Sedangkan di sektor pertanian, politisi asli Kediri ini mengatakan kondisi stok beras untuk di Jawa Timur masih bisa terjaga sampai saat ini dan aman.
“Jawa Timur sampai saat ini masih menjadi produsen beras tertinggi se-Indonesia. Di saat harga beras tinggi Gubernur bisa melalukan intervensi lakukan operasi pasar, sehingga harga beras di Jatim masih stabil bila dibandingkan daerah lain. Kalaupun sempat gejolak beberapa waktu lalu terkait harga, bisa cepat diselesaikan,” pungkasnya. (ari)

