Menu oriental cuisine Imlek 2574 di Surabaya Suite Hotel, Ini dia filosofinya

Surabaya, MercuryFM – Pengaruh etnis Tionghoa diakui atau tidak sudah banyak mempengaruhi keberadaan kuliner Nusantara dan citarasanya. Kedatangan para pedagang Thionghoa dipimpin Laksamana Cheng Hoo di Semarang pada tahun 1412, membuktikan terjadi pembauran budaya Tionghoa dan budaya lokal, termasuk Jawa. Persilangan budaya menjadi hal yang lumrah terjadi di Indonesia, termasuk dalam urusan lidah dan perut.

Menjelang perayaan Tahun Baru Imlek yang jatuh pada hari Minggu, 22 Januari 2023, Surabaya Suite Hotel mencoba menghadirkan perpaduan menu ‘OrJa’ (Oriental-Jawa) dalam hidangan Imlek di tahun ini, dengan filosofi ‘Kebersamaan dalam Keberagaman‘.

Danang Lukito, Executive Chef Surabaya Suite Hotel menjelaskan, Tahun 2023 dalam kalender China adalah Tahun Kelinci Air. Kelinci dalam astrologi Tiongkok melambangkan kesabaran dan keberuntungan, yang berarti bahwa harapan banyak orang, Tahun Kelinci 2023 akan membawa kedamaian dan kesuksesan.

“Damai dan sukses menjalani tahun ini, bersatu dalam keberagaman. Keberagaman ini, semoga membuat kita semakin kuat menuju tahun 2024 yang akan ada Pemilihan Umum (Pemilu). Seperti kuliner yang dihadirkan oleh Surabaya Suite Hotel di perayaan Tahun Baru Imlek 2574 ini,” kata Chef Danang.

Menu ‘OrJa’ (Oriental-Jawa) menggambarkan akulturasi budaya melengkapi perayaan Imlek, di antaranya ada, Tangyuan (Ronde), Soto Tauto, Loenpia, Lontong Cap Go Meh, Fu Yung Hai, dan Pak Meng Bo.

“Di antara banyak menu khas dalam perayaan Imlek, Lontong Cap Go Meh tetap menjadi menu utama yang ditampilkan,” terang Executive Chef Surabaya Suite Hotel ini.

Yang menarik, Surabaya Suite Hotel mencoba mengulas filosofi di balik menu-menu yang ditampilkan. Ini menurut Chef Danang, supaya ada ilmu yang didapat pengunjung Surabaya Suite Hotel, tidak hanya menikmati makanan khas Imlek.

“Di samping menu Tangyuan (Ronde) misalnya, akan ditampilkan ulasan filosofi tentang makanan ini,” kata Chef Danang.

Tangyuan, dalam perayaan Imlek, menurut Chef Danang, memiliki makna sebagai pengikat atau perekat ikatan keluarga, kekerabatan atau hubungan sosial. Pelafalan dan bentuk Tangyuan yang bulat, dikaitkan dengan reuni dan kebersamaan dalam tradisi Tionghoa.

“Menu Imlek dengan sentuhan rasa Nusantara ini, bisa dinikmati bersama keluarga dan sahabat tercinta, hanya di Surabaya Suite Hotel. Harga yang terjangkau, sajian dan rasa yang mewah dengan ulasan filosofi kuliner itu sendiri, bisa menjadi pilihan Sahabat Mercury merayakan Imlek 2574 bersama keluarga,” kata Chef Danang. (nla)

Next Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Advertisement

Visual Radio

Add New Playlist