SDN Manukan Kulon Pertahankan Gelar Juara MilkLife Soccer Challenge Surabaya, SDN Kalirungkut 1/264 Tampil Gemilang di KU 12

Surabaya, MercuryFM – Persaingan sengit mewarnai partai final MilkLife Soccer Challenge (MLSC) Surabaya dan Bandung Seri 1 2026–2027. Di Surabaya, SDN Manukan Kulon sukses mempertahankan gelar juara kategori usia (KU) 10. Sementara SDN Kalirungkut 1/264 merebut gelar juara KU 12 setelah menumbangkan SDN Dr. Sutomo V/327.

Turnamen sepak bola putri usia dini yang diinisiasi Bakti Olahraga Djarum Foundation bersama MilkLife tersebut mencapai puncaknya pada Minggu (1/11/2026).

Di kategori KU 10 Surabaya, SDN Manukan Kulon kembali menunjukkan dominasinya. Menghadapi lawan yang sama seperti final seri sebelumnya, SDN Dr. Sutomo V/327, mereka menang dengan skor 3-1.

Keyvara Malayeka langsung membuka keunggulan saat pertandingan baru berjalan satu menit. Pemain bernomor punggung 7 itu kembali mencatatkan namanya di papan skor pada menit ketujuh.

SDN Dr. Sutomo V/327 sempat memperkecil ketertinggalan melalui Shezan Azarine Fahima pada menit ke-11. Namun, gol Annasya Eka Aprilia menjelang pertandingan berakhir memastikan kemenangan SDN Manukan Kulon sekaligus mempertahankan mahkota juara.

Sementara di KU 12, SDN Kalirungkut 1/264 tampil sebagai juara setelah mengalahkan SDN Dr. Sutomo V/327 dengan skor 2-1.

Pertandingan berlangsung ketat. Meski mendominasi serangan, SDN Kalirungkut 1/264 kesulitan menembus pertahanan lawan yang dikawal kiper Nayla Nur Hafizah.

Kebuntuan akhirnya pecah pada menit ke-22 setelah kesalahan antisipasi di lini pertahanan SDN Dr. Sutomo V/327 menghasilkan gol bagi Kalirungkut. Almira Anindira Arisanti kemudian menggandakan keunggulan.

SDN Dr. Sutomo V/327 hanya mampu membalas satu gol melalui tendangan jarak jauh Adiba Utomo Putri menjelang laga berakhir.

Pelatih SDN Kalirungkut 1/264, Rico Rochmad Kurniawan, mengungkapkan kemenangan tersebut merupakan hasil kerja keras dan konsistensi latihan para pemain. Ia mengakui perjalanan timnya tidak mudah karena harus menghadapi sejumlah lawan tangguh sejak fase penyisihan.

Menurut Rico, strategi pada partai final lebih mengandalkan kekuatan fisik dan tendangan jarak jauh. Para pemain diminta tidak terlalu banyak menggiring bola, tetapi segera melepaskan tembakan ketika mendapatkan peluang.

“Kami punya keunggulan di beberapa pemain, terutama kekuatan fisik dan power tendangan. Jadi saya instruksikan tidak banyak dribble. Begitu mendapatkan bola, langsung shooting. Alhamdulillah kami menang,” ungkap Rico.

Agnia Jadi Top Scorer, Bidik Timnas Putri Indonesia

Salah satu sosok penting di balik keberhasilan SDN Kalirungkut 1/264 adalah Agnia Nurul Fadhila Rohman. Selain menjadi motor serangan, Agnia juga menyabet predikat pencetak gol terbanyak atau top scorer MLSC Surabaya Seri 1 2026–2027.

Raihan tersebut menjadi motivasi tersendiri bagi Agnia untuk terus meningkatkan kemampuannya. Ia mengaku sangat senang bisa membawa timnya menjadi juara setelah melewati pertandingan final yang tidak mudah.

“Saya bilang kepada teman-teman untuk terus semangat dan fokus. Terima kasih teman-teman karena tidak pantang menyerah di lapangan,” ujar Agnia.

Rico menambahkan, kemampuan Agnia juga berkembang berkat latihan tambahan. Pemain yang sebelumnya lebih mengandalkan kaki kanan itu kini mulai terbiasa menggunakan kaki kiri untuk melepaskan tendangan.

Demi meningkatkan kualitas permainan, Rico bahkan menambah intensitas latihan. Dari sebelumnya sekitar satu setengah jam menjadi dua jam. Sejumlah pemain potensial juga mendapat latihan tambahan secara khusus.

Ke depan, Rico berkomitmen menjaga pembinaan pemain agar tetap konsisten. Mereka tidak hanya dipersiapkan menghadapi MilkLife Soccer Challenge, tetapi juga berbagai kompetisi futsal dan sepak bola lainnya.

Baginya, target pembinaan bukan sekadar mengejar gelar juara, melainkan membuka jalan bagi lahirnya bibit-bibit pesepak bola putri potensial.

Di sisi lain, Bandung juga melahirkan juara baru. SDN 075 Jatayu merebut gelar KU 10 setelah menang tipis 2-1 atas SDN 065 Cihampelas. Sedangkan gelar KU 12 diraih SDN 021 Ciporeat usai mengalahkan SD Pelita.

Hasil di Surabaya dan Bandung menunjukkan semakin terbukanya ruang kompetisi bagi pesepak bola putri usia dini. Lebih dari sekadar perebutan trofi, MilkLife Soccer Challenge menjadi wadah pembinaan sekaligus pencarian talenta sepak bola putri yang berpotensi melangkah ke level lebih tinggi. (lam)

Next Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Advertisement

Visual Radio

Add New Playlist