Surabaya, MercuryFM – Sepak bola putri usia dini menunjukkan perkembangan positif. MilkLife Soccer Challenge (MLSC) Seri 1 2026–2027 di Surabaya dan Bandung diikuti total 3.115 atlet dari 166 Sekolah Dasar (SD) dan Madrasah Ibtidaiyah (MI).
Tingginya partisipasi tersebut juga ditandai dengan masuknya sekolah-sekolah baru. Di Surabaya, sebanyak 23 sekolah menjadi peserta debutan. Sementara di Bandung terdapat 12 sekolah yang baru pertama kali mengikuti kompetisi ini.
Di Surabaya, MLSC diikuti 1.598 atlet dari 88 SD dan MI. Mereka terbagi dalam 50 tim Kelompok Usia (KU) 10 dan 94 tim KU 12. Pertandingan berlangsung selama enam hari sejak Selasa (27/10/2026) di Lapangan Brawijaya dan Lapangan Bogowonto.
Sementara di Bandung, kompetisi diikuti 1.517 atlet dari 78 sekolah. Sebanyak 43 tim bertanding di KU 10 dan 99 tim di KU 12. Pertandingan digelar di Stadion Sidolig dan Lapangan Seskoad.
Program Manager MilkLife Soccer Challenge, Satia Chandra Wiguna mengatakan, peningkatan jumlah peserta di Surabaya dan Bandung menjadi angin segar bagi perkembangan sepak bola putri Indonesia.
Menurutnya, perkembangan tidak hanya terlihat dari antusiasme peserta, tetapi juga kualitas permainan. Kemampuan teknik para pemain muda dinilai semakin matang.
<span;>Bahkan, di Bandung, juara KU 10 dan KU 12 berhasil diraih sekolah yang baru mengikuti kompetisi.
Program Manager MilkLife Soccer Challenge, Satia Chandra Wiguna mengatakan, peningkatan jumlah peserta di Surabaya dan Bandung menjadi angin segar bagi perkembangan sepak bola putri Indonesia.
Menurutnya, perkembangan tidak hanya terlihat dari antusiasme peserta, tetapi juga kualitas permainan. Kemampuan teknik para pemain muda dinilai semakin matang.
<span;>Bahkan, di Bandung, juara KU 10 dan KU 12 berhasil diraih sekolah yang baru mengikuti kompetisi.
“Di MLSC Surabaya dan Bandung Alhamdulillah antusiasme sangat tinggi. Kualitasnya juga terlihat menonjol, bahkan di Bandung juara di KU 10 dan KU 12 adalah sekolah baru. Ini jadi tugas bagi para tim talent scouting untuk MLSC All-Stars. Semoga kami kembali bisa menjaring bibit-bibit unggul untuk dibawa ke kancah tim nasional nantinya,” ujarnya.
Enam Pemain Surabaya Terpilih Berlaga di Singa Cup 2026
Perkembangan sepak bola putri Surabaya juga terlihat dari munculnya pemain-pemain potensial. Head Coach MilkLife Soccer Challenge Extra Training Surabaya, Sai Dong mengungkapkan, enam peserta jebolan MLSC Surabaya terpilih untuk berlaga di Singa Cup 2026.
Menurutnya, kompetisi tahun ini kembali menunjukkan besarnya potensi atlet sepak bola putri di Surabaya. Para pemain yang memiliki kemampuan menonjol akan mendapatkan pembinaan lanjutan melalui program latihan.
“Saya bersyukur sekali ada enam peserta dari Surabaya jebolan MLSC yang terpilih berlaga di Singa Cup 2026. Saya juga melihat potensi-potensi pemain muda lebih menonjol di seri tahun ini. Itu bukti bahwa Surabaya punya potensi besar untuk atlet sepak bola putri dan mereka akan masuk training untuk dipersiapkan lebih baik lagi,” ungkap Sai Dong.
Dia berharap pembinaan sejak usia dini dapat menghasilkan pemain berkualitas yang nantinya mampu memberikan kontribusi bagi perkembangan tim nasional sepak bola putri Indonesia.
Format Kompetisi Mengalami Perubahan
MilkLife Soccer Challenge Seri 1 2026–2027 diselenggarakan di 15 kota dengan menerapkan format pertandingan tujuh lawan tujuh tanpa aturan offside.
Durasi pertandingan babak penyisihan hingga perempat final berlangsung 2 x 10 menit. Sedangkan semifinal dan final menggunakan durasi 2 x 15 menit.
Ada perubahan pada ukuran lapangan KU 10. Jika sebelumnya menggunakan dimensi 40 x 24 meter, musim ini ukurannya disamakan dengan KU 12 menjadi 42 x 26 meter.
Adapun batasan usia peserta ditetapkan berdasarkan tahun kelahiran:
KU 10 untuk kelahiran 1 Juli 2016 hingga 30 Juni 2018.
KU 12 untuk kelahiran 1 Juli 2014 hingga 30 Juni 2016.
Festival SenengSoccer Kenalkan Sepak Bola
kepada Anak Usia 6–8 Tahun
Selain kompetisi KU 10 dan KU 12, MLSC kembali menghadirkan Festival SenengSoccer untuk anak perempuan usia 6–8 tahun.
Di Surabaya, festival ini diikuti 86 siswi dari 20 SD dan MI. Sedangkan di Bandung terdapat 59 peserta dari 13 sekolah.
Berbeda dengan kompetisi reguler, Festival SenengSoccer tidak menggunakan sistem pertandingan. Kegiatan ini lebih mengutamakan keceriaan sekaligus mengenalkan dasar-dasar permainan sepak bola kepada anak-anak.
Para peserta mengikuti berbagai aktivitas interaktif, mulai dari lari zig-zag dan melewati rintangan, lemparan ke target, menggiring bola, melompat hingga menendang bola ke gawang.
Tingginya jumlah peserta, bertambahnya sekolah debutan hingga terpilihnya enam atlet Surabaya untuk berlaga di Singa Cup 2026 menunjukkan semakin terbukanya kesempatan bagi anak perempuan untuk berkembang melalui sepak bola.
Pembinaan berjenjang sejak usia dini diharapkan mampu melahirkan lebih banyak pemain berbakat yang dapat bersaing di tingkat nasional maupun internasional. (lam)
