2,21 Juta anak alami tekanan Darah Tinggi, Cahyo dorong langkah masif edukasi kesehatan

Surabaya, MercuryFM – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) baru-baru ini mengungkapkan data cukup mengejutkan. Sebanyak 2,21 juta anak usia sekolah dan remaja mengalami tekanan darah di atas normal. Data tersebut didapatkan dari hasil Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang digelar pemerintah hingga 31 Juli 2026.

Munculnya fenomena ini, Anggota Komisi E DPRD Jatim Cahyo Harjo Prakoso menyebut, angka itu menunjukkan cakupan skala nasional yang memerlukan perhatian bersama dari pemerintah pusat maupun daerah.

“Saya rasa itu se-Indonesia ya. Dan ini juga sudah diperkirakan oleh pemerintah pusat sebetulnya, tidak hanya pemerintah provinsi,” ujarnya, Jumat, (07/08/26).

Kata Cahyo, pemerintah pusat bersama provinsi terus berkomitmen menjalankan berbagai langkah antisipasi, salah satunya melalui program skrining kesehatan masif. Selain kebiasaan hidup sehat yang terus digalakkan.

“Bagaimana ke depan, kita bersama tidak hanya ingin CKG sebagai salah satu upaya promotif preventif kita. Kedua, gemar hidup sehat. Kita sedang menggalakkan itu kepada masyarakat,” katanya.

Menurut Cahyo, menjaga kesehatan generasi muda tidak hanya bergantung pada aktivitas fisik atau pola istirahat semata, melainkan sangat dipengaruhi oleh konsumsi makanan harian. Kebiasaan makan sembarangan, khususnya konsumsi makanan bergaram atau berminyak serta tinggi gula, berpotensi besar memicu berbagai penyakit berbahaya.

“Pola hidup itu tidak hanya kebiasaan olahraga atau kebiasaan istirahat dari mereka, tetapi pola makan kan juga pengaruh. Sedangkan kalau misalnya senang makan manis-manis dan sembarangan, intinya kan ya pasti potensi penyakitnya banyak,” jelasnya..

Melihat kondisi tersebut, Cahyo secara pribadi menyuarakan pentingnya aturan tegas terkait transparansi informasi gizi pada setiap produk makanan yang dijual di pasaran.

“Kami sedang berharap, secara pribadi berharap tentu adanya regulasi yang mengatur tentang kewajiban mencantumkan nilai gizi dari setiap makanan yang dikonsumsi masyarakat kita. Kandungan gizi, karena itu sangat berpengaruh,” ungkapnya.

Sekertaris Fraksi Partai Gerindra DPRD Jatim ini menekankan edukasi pola hidup sehat ini, tidak bisa dilakukan sendirian oleh Dinas Kesehatan maupun RSUD di bawah Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Diperlukan kerja sama lintas sektor hingga ke tingkat akar rumput untuk mengedukasi masyarakat secara berkelanjutan.

“Ini butuh kolaborasi, tidak hanya dari Dinas Kesehatan dan RSUD di bawah Pemerintah Provinsi Jawa Timur, tetapi juga unit layanan kesehatan yang ada di kampung-kampung seperti puskesmas, posyandu, kader-kader ibu KSH, kader PKH dari Kemensos, ataupun teman-teman media untuk mengingatkan kepada masyarakat kita tentang pentingnya gemar hidup sehat,” pungkas Cahyo,  yang juga Ketua DPC Partai Gerindra Kota Surabaya ini. (ari)

Next Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Advertisement

Visual Radio

Add New Playlist