Surabaya, MercuryFM – Menjelang pendaftaran siswa siswi SMKN – SMAN tahun ajaran 2026/2027, Komisi E DPRD Jawa Timur, meminta Dinas Pendidikan (Dindik) Jatim untuk masiv dan transparan serta akuntable lakukan sosialisasi pada masyarakat terkait Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB).
“Yang jelas kita minta untuk sosialisasi itu masiv dan kemudian transparan dan akuntabel, supaya bisa diakses oleh seluruh masyarakat,” ujar Ketua Komisi E DPRD Jatim Sri Untari Bisawarno, Minggu (24/05/26).
Sri Untari juga menekankan pentingnya keterlibatan sekolah swasta dalam mendukung akses pendidikan bagi siswa yang tidak tertampung di sekolah negeri.
“Nah, jika ada yang tidak diterima di negeri, maka kita mendorong sekolah-sekolah swasta itu untuk menyiapkan beasiswa bagi anak-anak kita yang tidak bisa sekolah di sekolah negeri,” katanya.
Apalagi kata Sri Untari, Pemprov melalui Dindik juga akan memberikan beasiswa bagi sekolah swasta untuk menampung mereka yang tidak diterima di sekolah Negeri.
“Beasiswa sudah disiapkan. Apakah itu Beasiswa full ada pula beasiswa subsidi. Yang terpenting ada kepedulian pemerintah provinsi untuk menampung mereka yang todak diterima di SMKN atau SMAN,” terangnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Provinsi Jawa Timur, Aries Agung Paewai dalan keterangan ketika dikonfirmasi memastikan kesiapan pelaksanaan SPMB 2025/2026 telah mencapai tahap akhir.
“Sudah siap. Semua sektor, semua sistem, sudah disiapkan. Tinggal sosialisasi. Kita juga sudah sampaikan ke Komisi E DPRD Jatim, bahwa kita sudah 85 persen lakukan sosilisasi sampai saat ini,” ujarnya.
Aries juga memastikan siswa yang tidak diterima di SMA maupun SMK negeri, tetap memiliki kesempatan melanjutkan pendidikan melalui sekolah swasta yang bekerja sama dengan pemerintah.
“Nanti mereka yang tidak diterima di negeri, kami sudah kerjasama dengan sekolah swasta, mereka dapat beasiswa,” katanya.
Ia menjelaskan, sekolah swasta membuka kuota beasiswa penuh maupun bantuan biaya pendidikan sebagian atau sibsidi.
“Jadi mereka bisa masuk di sekolah swasta yang mereka buka kouta beasiswa penuh dan beasiswa bantuan. Istilahnya bantuan itu tidak sepenuhnya mereka dapat beasiswa, mungkin setengah dan sebagainya. Ya subsidilah,” pungkasnya. (ari)
