Surabaya, MercuryFM – Wakil Ketua DPRD Jawa Timur, Sri Wahyuni meminta semua pemangku kebijakan mengantisipasi kasus Tuberkulosis (TBC) yang saat ini mulai mengkhawatirkan.
Data yang ada, alarm kewaspadaan terhadap penyebaran Tuberkulosis (TBC) di Indonesia kembali menguat. Data Kementerian Kesehatan RI mencatat jumlah kasus TBC telah menembus angka 1,09 juta kasus secara nasional.
Wakil Menteri Kesehatan, Benjamin Paulus Octavianus, mengungkapkan bahwa dari total tersebut, sekitar 867 ribu kasus telah berhasil diobati dan ditangani oleh pemerintah bersama tenaga medis. Namun demikian, masih terdapat sekitar 300 ribu kasus yang belum teridentifikasi atau tersembunyi di tengah masyarakat.
Di Jatim sendiri mulai tahun 2017 sampai 2025 data kementrian kesehatan, mencapai 50 sampai 55 ribu kasus TBC tiap tahunnya.
“Peningkatan kasus Tuberkulosis yang telah menembus lebih dari satu juta kasus, dengan ratusan ribu di antaranya belum terdeteksi, termasuk di Jatim yang mencapai 50-55 ribu tiap tahunnya, adalah kondisi darurat yang harus segera ditangani secara serius,” ujar Sri Wahyuni, Selasa (14/04/26).
Menurut Yuni sapaan akrab Sri Wahyuni Jawa Timur sebagai salah satu provinsi dengan jumlah penduduk besar memiliki risiko tinggi terhadap penyebaran penyakit menular tersebut. Karena itu, diperlukan langkah yang lebih agresif, terstruktur, dan terintegrasi, khususnya dalam menemukan kasus-kasus tersembunyi.
Pihaknya mendorong Pemerintah Provinsi untuk memperkuat sinergi lintas sektor, mulai dari dinas kesehatan, pemerintah kabupaten/kota, hingga keterlibatan aktif masyarakat. Upaya skrining massal dinilai perlu diperluas hingga ke tingkat desa dan kelurahan.
“Edukasi kepada masyarakat juga harus digencarkan, terutama terkait pencegahan dan pentingnya pengobatan hingga tuntas,” ucapnya
Lebih lanjut, Politisi Partai Demokrat ini menekankan bahwa penanganan TBC tidak cukup hanya dari sisi medis. Perbaikan kualitas lingkungan, penyediaan hunian layak, serta penguatan kondisi sosial ekonomi masyarakat juga menjadi bagian penting dalam upaya penanggulangan secara menyeluruh.
DPRD Jawa Timur, lanjutnya, berkomitmen untuk mendukung penguatan anggaran, regulasi, serta pengawasan terhadap program penanggulangan TBC agar berjalan efektif dan tepat sasaran.
“Keselamatan dan kesehatan masyarakat adalah prioritas utama. Kami juga mengajak masyarakat untuk tidak ragu melakukan pemeriksaan dini demi memutus rantai penularan,” pungkasnya. (ari)

