Surabaya, MercuryFM – Pemerintah Kota Surabaya memperkuat strategi pengembangan ekonomi berbasis industri dan ekspor melalui gelaran Surabaya Industrial & Labour (SIL) Festival 2026. Kegiatan ini menjadi instrumen untuk mendorong peningkatan daya saing pelaku usaha sekaligus memperluas penyerapan tenaga kerja lokal.
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menyampaikan, pendekatan kolaboratif antara pemerintah, dunia usaha, dan lembaga pendidikan menjadi kunci dalam mengakselerasi pertumbuhan ekonomi kota. Menurutnya, pembangunan ekonomi tidak dapat bergantung pada pemerintah semata, melainkan membutuhkan keterlibatan aktif berbagai pihak.
“Pergerakan ekonomi Surabaya dibangun dari kolaborasi. Pemerintah hadir untuk memfasilitasi, tetapi kekuatan utamanya ada pada pelaku usaha dan masyarakat yang bergerak bersama,” ujarnya saat membuka SIL Festival 2026 di Grand City Convex, Rabu (8/4/2026).
Dalam forum tersebut, tercatat komitmen penyerapan sekitar 1.200 tenaga kerja, yang sebagian besar berasal dari warga Surabaya. Selain itu, kegiatan ini juga menghasilkan transaksi ekspor dengan nilai mencapai sekitar 2,73 juta dolar AS, mencerminkan meningkatnya kapasitas pelaku industri lokal dalam menembus pasar global.
Eri menilai, capaian tersebut menunjukkan bahwa sektor industri Surabaya memiliki fondasi yang cukup kuat, terutama dengan adanya dukungan program pendampingan ekspor. Ia menegaskan bahwa pemerintah kota akan terus memperluas akses pelatihan dan fasilitasi bagi pelaku usaha, termasuk usaha kecil dan menengah (UKM).
“Ekspor bukan lagi sesuatu yang sulit jika ada pendampingan yang tepat. Kami akan terus membuka ruang kolaborasi agar pelaku usaha bisa naik kelas dan berkontribusi pada penciptaan lapangan kerja,” katanya.
Selain mendorong ekspor, Pemkot Surabaya juga memberi perhatian pada penguatan link and match antara dunia pendidikan dan industri. Sejumlah lulusan SMK yang telah naik kelas dalam skala usaha didorong untuk mendapatkan dukungan lanjutan agar mampu berkembang lebih cepat.
Sementara itu, CEO Performa Optima Group Stefanus Sugeng Irawan menilai SIL Festival 2026 berperan sebagai katalisator dalam transformasi industri yang lebih adaptif dan inklusif. Ia menekankan pentingnya sinergi lintas sektor dalam menghadapi dinamika ekonomi global.
“Kolaborasi menjadi kunci untuk membuka peluang baru, baik bagi industri maupun tenaga kerja. Forum ini mempertemukan inovasi, kebutuhan pasar, dan kesiapan SDM dalam satu ekosistem,” ujarnya.
Rangkaian kegiatan SIL Festival 2026 meliputi seminar nasional, penghargaan industri, walk in interview, penandatanganan letter of intent (LoI) ekspor, serta pelepasan produk ekspor. Keterlibatan ratusan perusahaan, termasuk partisipasi pelaku usaha internasional, memperkuat posisi Surabaya sebagai hub industri dan perdagangan di kawasan. (lam)

