Surabaya, MercuryFM – Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa bersama Wakil Gubernur Emil Elestianto Dardak, menegaskan komitmennya untuk terus memaksimalkan potensi daerah serta menjawab berbagai tantangan pembangunan di Jatim.
Hal ini dikatakan Khofifah, tepat setahun dirinya bersama Emil Dardak dilantik Presiden RI Prabowo Subianto, sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Jatim Periode ke dua.
Khofifah menyampaikan bahwa selama satu tahun kepemimpinan periode keduanya, ia bersama Emil terus bekerja tanpa mengenal waktu.
“Kalau saya itu kan enggak kenal hari, enggak kenal jam, pokoknya jalan, kerja, tiba-tiba kemudian ada yang mengingatkan kita karena ada beberapa institusi yang kemudian akan mengkonfirmasi kinerja satu tahun itu dan hari ini 20 Februari, persis satu tahun, saya dan Pak Emil dilantik oleh Pak Presiden di istana pada saat itu,” ujar Khofifah kepada wartawan usai berbagi dengan anak yatim dan pengemudi ojol, di Gedung Negara Grahadi, Jumat (20/02/26)
Khofifah menegaskan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur terus memaksimalkan seluruh potensi yang dimiliki Jatim serta menyiapkan program-program yang mampu menjawab berbagai tantangan ke depan.
“Kita terus bekerja memaksimalkan seluruh potensi yang dimiliki oleh Jawa Timur dan bagaimana ke depan kita terus bisa menyiapkan program-program yang bisa menjawab berbagai tantangan,” katanya.
Kata Khofifah, sejumlah indikator pembangunan menjadi fokus utam. Mulai dari peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), pendidikan, kesehatan, infrastruktur, hingga penurunan angka kemiskinan dan pertumbuhan ekonomi.
“Tentu harapan kita kualitas SDM makin membaik, pendidikan makin membaik, lalu kesehatan kita makin membaik, infrastruktur kita makin membaik, kemiskinan makin menurun, pertumbuhan ekonomi makin membaik,” tuturnya.
Khofifah juga menekankan pentingnya sinergi lintas institusi, baik di tingkat lokal, regional, nasional, maupun global.
“Terus kita maksimalkan agar apa yang kita harapkan, kemajuan di Jawa Timur, kemakmuran masyarakat Jawa Timur, kedamaian di Jawa Timur, bisa kita wujudkan bersama-sama,” ucap dia.
“Alhamdulillah hari ini pas setahun, memasuki bulan Ramadan, ada doa dari Al Mukarom KH Muzakki, mudah-mudahan semua yang kita lakukan bermanfaat, barokah, dan semua yang kita lakukan di bulan Ramadan ini, mendapat imbalan, pahala, keberkahan, dan kemuliaan dari Allah SWT,” katanya.
Sementara itu, Wakil Gubenur Jatim Emil Elestianto Dardak menyampaikan rasa syukur atas capaian satu tahun kepemimpinan tersebut. Ia menilai Gubenur Khofifah konsisten mengawal dan menyukseskan program-program nasional.
“Beliau (Ibu Gubernur) hari ini menjalankan peran untuk bisa mensukseskan program-program nasional Asta Cita selalu menjadi fokus Ibu Gubernur dari hari ke hari. Mau itu sekolah rakyat, MBG (Makan Bergizi Gratis), ketahanan pangan, swasembada gula, swasembada jagung, penambahan luas tanam, tapi juga program-program yang diharapkan masyarakat,” ujar Emil.
Ia mencontohkan kebijakan terkait distribusi ijazah kepada siswa yang sebelumnya terkendala biaya.
“Misalnya jangan ada ijazah yang ditahan karena masalah biaya, Maka Ibu (Gubenur) telah memberikan penghargaan kepada cabang dinas yang 100% tidak ada ijazah yang belum terbagikan,” sebut Emil.
Menurut Emil, sistem yang diterapkan kini mendorong sekolah untuk proaktif memastikan ijazah diterima siswa.
“Sehingga sistemnya sekarang justru sekolah yang mengejar murid, bukan murid yang mengejar sekolah untuk mencari ijazah dan juga Trans Jatim, ibu memperluas koridor,” ujarnya.
Emil menilai kepemimpinan Gubernur Khofifah berjalan dengan pendekatan “double gardan”, yakni menyukseskan program pemerintah pusat sekaligus melanjutkan program-program prioritas Pemprov Jatim.
“Jadi saya melihat kerja beliau jadi double Gardan, mensukseskan program pusat sebaik-baiknya dan melanjutkan program-program Pemprov yang merupakan harapan masyarakat,” tutur Emil.
“Kami akan berusaha mengimbangi kepemimpinan Ibu Khofifah yang luar biasa ini. Dan Ini tentu bukan hanya kerja keras Pemprov, tapi semua insan, baik itu Forkopimda maupun elemen masyarakat,” lanjutnya. (ari)

