SURABAYA – Panitia Khusus (Pansus) Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) DPRD Jawa Timur terus mematangkan rekomendasi terkait kinerja BUMD Jatim. Bahkan Pansus selain telah memangil beberapa BUMD Jatim, juga telah melakukan study banding ke sejumlah provinsi untuk mencari masukan yang terbaik untuk bisa diaplikasikan di Jawa Timur.
“Kita sudah melakukan bebefapa pertemuan dengan BUMD. Kita juga sudah melakukan study banding ke DKI Jakarta, Jawa Tengah dan Jawa Barat terkait pengelolaan BUMD. Prinsipnya, ATM (Amati, Tiru dan Modifikasi) apa yang bisa diterapkan untuk perbaikan BUMD di Jawa Timur,” ujar Ketua Pansus BUMD dr. Agung Mulyono, Kamis (29/02/26).
dr Agung mencontohkan di DKI Jakarta dan Jawa Tengah (Jateng) dibentuk Badan Pengelola BUMD untuk mengelola seluruh BUMD di Jakarta. Sedangkan Jawa Barat (Jabar) tidak karena masih dibawah naungan Biro Perekonomian provinsi sama seperti di Jatim.
“Kalau memang hasil kajian Pansus BUMD Jatim nantinya memandang perlu dibentuk Badan Pengelola BUMD, tentu kami akan merekomendasikan seperti itu,” jelas ketua Fraksi Partai Demokrat DPRD Jatim.
Usai study banding ke sejumlah provinsi, lanjut dr. Agung pihaknya juga akan mengundang sejumlah BUMD Jatim seperti Bank UMKM dan Bank Jatim untuk menjelaskan kinerja dan proyeksi perusahaan kedepan agar sumbangsih PAD bisa meningkat.
“InsyaAllah pada pertengahan Februari nanti Pansus BUMD akan melaporkan rekomendasi untuk perbaikan kinerja BUMD Jatim. Yang penting, besok harus lebih baik dari hari ini,” kelakar pria asli Banyuwangi ini. (ari)

