Plafon ambruk di SMPN 60, DPRD Surabaya minta audit berkala bangunan sekolah

Surabaya, MercuryFM – Anggota Komisi D DPRD Kota Surabaya Ajeng Wira Wati meminta Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Surabaya melakukan pengecekan rutin terhadap kondisi bangunan sekolah, menyusul insiden ambruknya plafon ruang kelas di SMP Negeri 60 Surabaya yang sempat membahayakan siswa.

Ketua Fraksi Gerindra tersebut menegaskan, seluruh bangunan sekolah yang telah direnovasi, baik jenjang SD maupun SMP, harus dipastikan sesuai standar mitigasi bencana, terutama di tengah cuaca ekstrem yang belakangan kerap melanda Surabaya.

“Harapannya Dinas Pendidikan bisa mendata ulang dan mencocokkan bangunan sekolah yang sudah direnovasi, apakah benar-benar sesuai mitigasi bencananya. Beberapa bulan terakhir cuaca ekstrem, angin kencang sering terjadi, dan kejadian seperti ini tidak boleh terulang,” ujar Ajeng, Kamis (29/1/2026).

Menurutnya, insiden plafon ambruk sangat membahayakan keselamatan siswa, padahal sarana pendidikan selalu menjadi prioritas utama dalam setiap pembahasan anggaran. Ia menegaskan, bangunan sekolah yang sudah direnovasi seharusnya telah memenuhi standar keamanan dan mitigasi bencana.

Ajeng juga mendorong penguatan standar mitigasi di lingkungan sekolah yang tidak hanya berfokus pada risiko gempa, tetapi juga angin kencang, kebakaran, dan potensi bencana lainnya.

“Mungkin sebelumnya sudah ada SOP, tapi belum cukup mengakomodasi risiko seperti angin kencang atau kebakaran. Ini yang harus terintegrasi,” ungkapnya.

Ia menambahkan, setiap proses renovasi sekolah, baik skala besar maupun kecil, harus berdasarkan pendampingan dan penilaian risiko dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), agar bangunan benar-benar aman bagi siswa.

Selain itu, Ajeng mendorong pengecekan rutin kondisi fisik bangunan sekolah minimal setiap tiga bulan, khususnya setelah terjadi cuaca ekstrem atau bencana.

“Jangan menunggu kejadian dulu baru dievaluasi,” tegasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, plafon ruang kelas lantai tiga SMP Negeri 60 Surabaya ambruk pada Rabu (28/1/2026) sekitar pukul 07.30 WIB. Tiga siswa sempat tertimpa reruntuhan dan mengalami syok, namun dipastikan dalam kondisi aman. Insiden tersebut diduga kuat dipicu cuaca ekstrem disertai angin kencang yang melanda Kota Surabaya sejak pagi hari. (lam)

Next Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Advertisement

Visual Radio

Add New Playlist