Ekonomi Jatim naik 1,7 persen, Hadi Setiawan sebut dampaknya masih belum merata”

Surabaya, MercuryFM – Capaian pertumbuhan ekonomi Jawa Timur pada semester ketiga yang naik hingga 1,7 persen, sekaligus menjadi yang tertinggi di Pulau Jawa, mendapat apresiasi anggota DPRD Jatim Hadi Setiawan. Ini menurutnya momentum positif yang ikut mendorong akselerasi ekonomi nasional.

“Alhamdulillah, puji syukur kepada Allah SWT. Pertumbuhan ekonomi Jawa Timur lebih besar dari provinsi-provinsi di Jawa dan otomatis membantu pertumbuhan ekonomi nasional. Ini patut diapresiasi,” ujar Hadi, Rabu (11/11/25).

Hadi mengingatkan bahwa pertumbuhan yang tinggi tersebut belum sepenuhnya dirasakan masyarakat, terutama kelompok yang masih berhadapan dengan persoalan pengangguran.

“Per hari ini dampaknya belum dirasakan secara utuh. Pertumbuhan itu belum menjawab masalah pengangguran di Jawa Timur,” ucsp anggota Komisi D DPRD Jatim ini.

Hadi menyebut sektor pertanian sebagai motor utama pertumbuhan ekonomi Jatim. Namun  karakter sektor ini sangat bergantung musim sehingga rawan memengaruhi serapan tenaga kerja.

“Pertanian itu permusim. Kalau musim berubah, serapan tenaga kerja ikut terpengaruh. Maka kebijakan harus memastikan pekerja tetap terserap,” jelasnya.

Ketua DPD Golkar Kabupaten Kediri itu juga menyoroti pentingnya menjaga stabilitas UMKM sebagai pilar ekonomi rakyat.

“UMKM itu usaha dari masyarakat, oleh masyarakat, dan untuk masyarakat. Dampaknya besar. Kalau UMKM terganggu, kesejahteraan rakyat ikut terganggu,” tegasnya.

Hadi memastikan DPRD Jawa Timur akan terus mengawal kebijakan ekonomi agar manfaat pertumbuhan benar-benar turun ke masyarakat.

“Kami akan menjaga agar UMKM tetap eksis dan berjaya. Pertumbuhan ekonomi harus dirasakan, bukan hanya ditampilkan dalam angka,” pungkas anggota DPRD Jatim dari Daerah Pemilihan Kediri ini.

Seperti diketahui, – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan perekonomian Jawa Timur pada kwartal III menunjukkan kinerja yang tangguh dan tumbuh secara inklusif. Bahkan mengungguli perekonomian nasional.

Berdasarkan data terbaru yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) per 5 November 2025, secara quarter to quarter (q-to-q) terhadap kwartal II 2025 perekonomian Jatim tumbuh 1,70 persen. (ari) 

Next Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Advertisement

Visual Radio

Add New Playlist