Keterbatasan bukan halangan: Kakak beradik disabilitas wisuda bersama di Unesa

Surabaya, MercuryFM – Kesuksesan dan perjuangan kakak beradik ini menjadi inspirasi bagi banyak orang. RR. Savira Ayu Mukti dan R. Muhammad Fajar Santoso, dua wisudawan dari Universitas Negeri Surabaya (Unesa), membuktikan bahwa keterbatasan fisik bukanlah halangan untuk mencapai prestasi. Keduanya menjalani prosesi wisuda bersamaan dalam gelaran wisuda ke-117 di Graha Unesa pada Selasa, 11 November 2025.

Sejak kecil, Savira dan Fajar telah menghadapi berbagai tantangan karena keterbatasan fisik (tunadaksa). Namun, hal ini justru menjadi pendorong semangat mereka untuk terus belajar dan berkembang.

“Tantangannya memang menuntut kami beradaptasi dengan lingkungan, termasuk membagi waktu antara kuliah dan kerja,” ungkap Savira, yang meraih gelar magister dari Prodi S-2 Pendidikan Bahasa dan Sastra.

Perjalanan keduanya hingga sampai di panggung wisuda dihiasi oleh semangat, kerja keras, dan dukungan luar biasa dari keluarga. Orang tua mereka, Kristanti, mengungkapkan rasa bangganya atas pencapaian anak-anaknya yang selalu percaya diri dan mandiri.

“Kami selalu mendukung dan memberikan support maksimal sejak mereka kecil,” ujar Kristanti.

Rektor Unesa, Cak Hasan, mengapresiasi perjuangan dan pencapaian Savira dan Fajar, yang dianggapnya sebagai simbol keberhasilan yang melampaui keterbatasan.

“Kesuksesan bukanlah milik mereka yang tidak memiliki keterbatasan, tetapi milik mereka yang terus belajar dan berjuang,” kata Cak Hasan.

Sebagai bentuk penghargaan, beliau memberikan tawaran beasiswa studi lanjut program doktor kepada Savira dan beasiswa magister kepada Fajar.

Kisah inspiratif ini menjadi bukti nyata bahwa keberanian, ketekunan, dan dukungan yang kuat dapat membawa seseorang melewati segala keterbatasan untuk meraih mimpi.

Semangat yang ditunjukkan oleh Savira dan Fajar menjadi motivasi tidak hanya bagi teman-teman penyandang disabilitas, tapi juga bagi semua mahasiswa di Unesa.
Universitas Negeri Surabaya berkomitmen untuk selalu mendukung mahasiswa, terutama mereka yang memiliki kebutuhan khusus, dalam menjalani proses pendidikan dan mengejar impiannya.

Seperti yang ditekankan oleh Cak Hasan, “Di balik prestasi ada perjuangan, dan Unesa akan terus mengapresiasi setiap perjuangan mahasiswanya.”

Savira dan Fajar telah membuktikan bahwa keterbatasan bukanlah hambatan, melainkan batu loncatan untuk menorehkan prestasi. Semangat mereka menjadi inspirasi bagi kita semua. (lam)

Next Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Advertisement

Visual Radio

Add New Playlist