Ahli Unair: Skema pinjaman alternatif kunci akselerasi infrastruktur Surabaya ditengah keterbatasan fiskal

Surabaya, MercuryFM – Pembangunan infrastruktur di Kota Surabaya dinilai harus terus dipercepat, meski ruang fiskal daerah semakin terbatas. Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Airlangga, Prof. Dr. Fitri Ismiyanti, menegaskan perlunya pembiayaan alternatif agar proyek-proyek strategis tidak terhambat.

“Surabaya mungkin perlu rencana pembiayaan alternatif, bisa melalui pinjaman daerah ataupun strategi pembangunan lain. Hal ini agar proyek infrastruktur tetap berjalan di tengah tantangan fiskal yang ada,” ujar Prof. Fitri saat ditemui di Surabaya, Senin (29/9/2025).

Menurutnya, kondisi keuangan Surabaya masih tergolong sehat. Rasio kemampuan keuangan daerah untuk mengembalikan pinjaman (Debt Service Coverage Ratio/DSCR) tercatat jauh di atas batas minimal 2,5 yang ditetapkan pemerintah pusat. Artinya, Pemkot Surabaya dinilai mampu membayar kewajiban pinjaman tanpa mengganggu belanja pembangunan lainnya.

Namun, Prof. Fitri menekankan pentingnya perencanaan matang sebelum mengajukan pinjaman. “Kalau pinjam Rp100 miliar untuk program pembangunan, harus diproyeksikan tenor, bunga, dan kemampuan APBD untuk membayarnya. Transparansi dan akuntabilitas jadi kunci agar masyarakat yakin dana digunakan untuk sektor prioritas,” tegasnya.

Ia menambahkan, pembangunan infrastruktur bukan sekadar proyek fisik, melainkan instrumen strategis untuk meningkatkan kualitas hidup warga, memperbaiki iklim investasi, dan mendorong penciptaan lapangan kerja.

Sejumlah proyek besar kini menunggu realisasi, mulai dari Jalan Lingkar Luar Barat (JLLB), pembangunan Flyover Dolog, pelebaran jalan, hingga saluran diversi Gunungsari. “Proyek-proyek itu membutuhkan dana besar, tapi dampaknya signifikan bagi konektivitas, mobilitas, dan daya saing kota,” jelasnya.

Meski manfaat ekonomi baru terasa setelah 7 tahun, Prof. Fitri menyebut nilai Return on Investment of Infrastructure (ROII) dari rencana proyek mencapai 943 persen. “Ini menunjukkan pembangunan layak secara ekonomi. Yang penting strategi pembiayaan cermat, agar kesinambungan pembangunan tetap terjaga,” pungkasnya. (lam)

Next Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Advertisement

Visual Radio

Add New Playlist