Surabaya, MercuryFM – Jelang arus mudik dan balik lebaran tahun 2025, tingkat kemantapan jalan di Jatim diharapkan bisa mencapai angka 90 persen atau baik. Ketua Komisi D DPRD Jatim Andul Halim mengatakan, saat ini sejumlah ruas jalan milik provinsi Jatim terus dilakukan perbaikan dalam rangka memperlancar dan mengurangi angka kecelakaan lalu lintas akibat jalan rusak saat moment lebaran idul fitri 1446 Hijriah atau 2025 ini.
“Saat ini PU Bina Marga bergerak melakukan perbaikan. Saya yakin kemantapan jalam saat arud lebaran sudah baik memcapsi 90 persen,” ujar Abdul Halim pada mercuryfm.id. Sabtu (22/03/25).
Menurut Halim, keyakinan kemantapan jalan di Jatim me capai 90 persen saat lebaran ini dikarenakan saat rapat kordinasi dengan Dinas PU Bina Marga Jatim sekitar 2 bulan lalu disampaikan bahwa tingkat kemantapan jalan provinsi sudah mencapai 67 persen.
“Saya optimis target 90 persen tingkat kemantapan jalan provinsi yang terus diupayakan Dinas PU Bina Marga Jatim bisa tercapai sehingga pengguna jalan bisa nyaman dan aman saat mudik dan balik lebaran tahun 2025,” ujar Halim.
Politisi Partai Gerindra ini mengatakan pula, dalam beberapa waktu terakhir pihaknya juga sering keliling ke berbagai daerah khususnya di kawasan Madura kondisi jalannya cukup mantap kisaran 70 persen. “Untuk jalan nasional di Madura memang masih ada sejumlah lubang. Namun udah ada material dan alat berat yang disiapkan untuk melakukan perbaikan jalan berlubang di spot spot tertentu,” ungkap Halim.
Lebih jauh politisi asli Madura ini juga menjelaskan bahwa semua pihak baik dari pemerintah pusat, provinsi hingga pemerintah kabupaten/kota memiliki kesadaran yang sama untuk fokus melakukan perbaikan jalan jelang lebaran karena sudah menjadi agenda rutin tahunan.
Apalagi lanjutnya, berdasarkan data kementerian perhubungan, pada lebaran tahun 2025 ini akan ada sekitar 36 juta orang yang akan mudik menuju Jawa Timur, sehingga infrastruktur jalan harus diperhatikan, khususnya jalan berlubang yang bisa membahayakan pengguna jalan.
“Alhamdulillah saya tadi malam jalan dari Bangkalan ke Pamekasan baik melalui jalur selatan maupun jalur utara kondisi jalannya bagus,” terang Abdul Halim. Sementara menyangkut kondisi penerangan jembatan Suramadu, Halim juga menyatakan bahwa saat ini ada beberapa kementerian dan balai seperti Kemenhub, Kemen PUPR, dan BBWS yang menangani masalah tersebut.
“Tagihan listrik penerangan jalan Suramadu itu kisaran Rp.150 juta perbulan. Nah itu menjadi tanggungjawab siapa, sepertinya saling lempar. Mungkin menunggu sampai akhir tahun baru bisa diselesaikan nantinya menjadi tanggungjawab siapa,” pungkasnya.(ari)

